"Sebaiknya Anda mengganti sikat gigi Anda setiap tiga bulan. Ini adalah aturan yang baik untuk memastikan tidak ada terlalu banyak penumpukan bakteri dari mulut di bulu sikat," tutur Prof John Oxford, profesor virologi di Queen Mary University of London.
Prof Oxford juga mengingatkan untuk tidak memakai sikat gigi bergantian guna menghindari perpindahan kuman dan bakteri dari mulut orang lain, kemudian menghindari penularan penyakit. Lebih lanjut. Prof Oxford menyarankan Anda menyimpan sikat gigi di tempat yang bersih, kering, dan bukan di sisi wastafel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kata Dokter Soal Kebiasaan Menyikat Gigi Segera Setelah Makan
Dikutip dari Daily Mail, Dr Justin Toal dari Stricklands Dental Fitness Centrel mengatakan Anda harus mengganti sikat gigi jika bulu sikat mulai melebar. Sebab, dalam kondisi seperti itu sikat gigi tidak dapat berfungsi optimal.
"Jika Anda perlu mengganti sikat gigi lebih dari satu kali dalam tiga bulan karena bulunya sudah melebar, bisa jadi karena Anda menyikat gigi terlalu keras," lata Toal.
Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKGA (K), PhD dari RS Pondok Indah, mengatakan sikat gigi diganti tergantung dari kondisi pemakaiannyan. Jika seminggu atau dua minggu bulu-bulu pada sikat sudah mengembang maka pemakaian sikat gigi sudah tidak efektif lagi.
Dikatakan Prof Heriandi cara menggosok gigi yang terlalu keras dan kencang mengakibatkan bulu-bulu pada sikat cepat mengembang dan bengkok. Akibatnya, saat sikat gigi yang sudah mengembang tidak diganti maka dapat menimbulkan bau mulut.
"Kalau sikat tetap digunakan, poses pembersihan gigi menjadi tidak maksimal sehingga plak pada gigi menumpuk dan bakteri yang tumbuh mengeluarkan gas H2S yang menyebabkan bau mulut," katanya.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Gosok Gigi Sebaiknya Dilakukan 30 Menit Setelah Makan
(rdn/up)











































