Dr Lu Qi dari Tulane University, Amerika Serikat, mengatakan bahwa faktor risiko tersebut serupa untuk kondisi lain yaitu penyakit jantung. Oleh karena itu ia melakukan penelitian untuk mengetahui apakah seseorang yang memiliki sejarah batu ginjal juga bisa memiliki risiko sakit jantung.
Baca juga: RS Khusus Ginjal di Bandung Ini Prioritaskan Warga Miskin
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qi mengatakan bahwa studi yang telah dipublikasi di jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology ini masih membutuhkan penelitian lanjutan.
"Studi ini masih bersifat mengamati saja. Perlu investigasi lebih jauh untuk mendemonstrasikan apakah hubungan yang ada ini merupakan sebab-akibat," kata Qi seperti dikutip dari Reuters, Rabu (31/8/2016).
Pesan yang dapat diambil untuk saat ini para pasien batu ginjal waspada saja terhadap gejala untuk penyakit jantung. Lakukan cek kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan terjadinya keparahan.
Baca juga: Batu Kalsium dan Asam Urat Paling Sering Ditemui Pada Pasien Indonesia (fds/up)











































