AS Perketat Penjualan Sabun Antibakteri

AS Perketat Penjualan Sabun Antibakteri

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 05 Sep 2016 07:33 WIB
AS Perketat Penjualan Sabun Antibakteri
Foto: thinkstock
Jakarta - Amerika Serikat melarang penggunaan 19 bahan antibakteri dalam sabun cuci tangan. Selain tidak efektif, beberapa di antaranya dianggap tidak aman untuk digunakan dalam keseharian.

Larangan tersebut dikeluarkan oleh Food and Drug Administration (FDA) baru-baru ini. Kesembilan belas bahan yang dilarang mencakup bahan-bahan antibakteri yang sangat populer, yakni triklosan dan triclocarban.

Namun larangan tersebut tidak berlaku untuk produk-produk antibakteri yang dipakai di pusat-pusat layanan kesehatan. Hand sanitizer berbasis alkohol juga tidak termasuk dalam produk yang dilarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diberitakan oleh Reuters, sejumlah perusahaan seperti Johnson & Johnson telah mengantisipasi peraturan baru tersebut. Mereka telah atau sedang memformulasi ulang produk-produknya dengan menghilangkan bahan-bahan antibakteri yang dilarang.

Baca juga: Sabun Tertentu Bisa Ganggu Fungsi Ereksi, Benarkah?

"Kebijakan ini berdampak pada 2.100 produk, aytau sekitar 40 persen dari sabun antibakteri yan dijual bebas di pasaran," kata Dr Theresa Michele dari FDA, dikutip dari Reuters, Senin (5/9/2016).

Dikutip dari Scientificamerican, sejumlah penelitian mengaitkan pemakaian triklosan secara berlebihan dengan risiko kekebalan atau resistensi. Sedangkan bagi lingkungan, triklosan dalam pengolahan limbah beraksi membentuk racun dioksin yang berbahaya.

Baca juga: Jenis-jenis Racun yang Terkandung Dalam Kosmetik

(up/up)

Berita Terkait