"Kenapa lebih banyak wanita mungkin karena mereka mau untuk mengecek kondisinya ke psikiater. Nah kalau pria malas untuk datang ke psikiater mungkin karena takut dianggap lemah atau alasan lain sih," kata psikolog Liza Marielly Djaprie saat dihubungi detikHealth beberapa waktu lalu.
Panic attack sendiri disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang untuk mengelolah stres. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dialami oleh anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau anak-anak mungkin lebih ke gangguan cemas sih. Untuk ciri-ciri sama dengan orang dewasa, namun yang berbeda pada terapinya saja," ungkap Liza yang praktek di Sanatorium Dharmawangsa Mental Health Clinic ini.
Untuk menghindari kondisi ini, cobalah untuk mengelola stres dengan baik. Hal ini karena stres yang terus menerus bisa memicu panic attack. Selain itu, Liza juga menyarankan untuk memiliki teman curhat.
"Kita tidak perlu memberi tahu ke semua orang, cukup 1-2 orang saja yang bisa dipercaya untuk membagi keluh kesah. Sehingga bisa membantu mengurangi beban pikiran," jelas alumnus UI ini.
(up/up)











































