Hal inilah yang kerap membuat facial dianggap sebagai perawatan yang 'merusak'. Padahal menurut dokter, kondisi ini terjadi karena kurang tepatnya perawatan pasca facial.
Seperti disampaikan oleh dr Suksmagita Pratidina, SpKK atau dr Gita dari RS Pondok Indah, facial sebenarnya adalah tindakan manipulasi dengan memencet komedo. Bukan perawatan 'ajaib' yang langsung bisa membuat kulit wajah menjadi bersih dan mulus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang terpenting pun bukan tindakan facial tersebut, melainkan perawatan harian yang dilakukan pasca facial. Menurut dr Gita, hal ini memegang peranan lebih penting dalam menjaga kesehatan kulit.
"Setelah tindakan kan kita lihat banyak nih bekas luka-lukanya, nah perawatan luka yang tidak baik itulah yang justru bisa memicu datangnya jerawat," ungkap dr Gita kepada detikHealth.
Dijelaskan oleh dr Gita, bekas luka akibat facial merupakan salah satu pintu masuk bakteri jika tidak dirawat dengan tepat. Misalnya, setelah facial justru jadi malas cuci muka dan menggunakan kosmetik yang berlebihan.
"Facial hanya akan menjadi jerawat jika setelah itu Anda malas merawat kulit. Jadi malah malas cuci muka, pakai make up-nya juga yang 'berat-berat'. Kalau facial tapi setelahnya rajin cuci muka, relatif tidak akan menjadi jerawat kok," imbuh dr Gita.
Baca juga: Meskipun Gemas, Jangan Pegang-pegang Jerawat Kalau Tak Ingin Makin Parah
(ajg/vit)











































