Selasa, 06 Sep 2016 15:08 WIB

7 Langkah Pertolongan Pertama CPR Bagi Pasien Serangan Jantung

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Muhamad Reza Sulaiman Foto: Muhamad Reza Sulaiman
Jakarta - Cardiopulmonary resuscitation (CPR) merupakan pertolongan pertama bagi pasien serangan jantung. Meski tidak sulit dilakukan, masih banyak masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan melakukannya.

dr Supriyantoro, SpP, MARS, Ketua Indonesian Healthcare Forum, mengatakan pengetahuan tentang CPR selama ini hanya dimiliki tenaga kesehatan seperti dokter, perawat atau petugas ambulans gawat darurat. Padahal menurutnya, setiap elemen masyarakat mampu melakukan CPR asal memiliki pengetahuan yang memadai.

"Dalam sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, CPR ini termasuk pertolongan pertama yang diberikan sebelum pasien dibawa ke rumah sakit. Karena itu, memiliki pengetahuan tentang CPR bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga lingkungan kerja dan lingkungan rumah," tutur dr Supriyantoro, ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (6/9/2016).

Lalu, bagaimana langkah-langkah melakukan pertolongan pertama CPR bagi pasien yang mengalami serangan jantung? Berikut penjelasannya berdasarkan penuturan dari Dr dr Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI):

Langkah Pertama:
Pindahkan pasien ke tempat teduh, tubuh pasien dibaringkan. Upayakan kepala pasien menengadah ke atas dan mulutnya serta hidungnya tidak tersumbat. Lepaskan perhiasan yang menempel di leher pasien seperti kalung atau gigi palsu di mulut agar pasien tidak tersedak.

Langkah kedua:
Raba denyut nadi pasien di bagian leher atau pergelangan tangan serta tempelkan telinga ke hidung pasien. Jika pasien masih bernapas, tandanya pasien hanya pingsan dan tidak mengalami serangan jantung. Namun jika pasien tidak bernapas, maka bisa dipastikan pasien mengalami serangan jantung.


Langkah ketiga:
Minta pertolongan orang di sekitar untuk menghubungi ambulans atau petugas terdekat. Jangan kerumuni pasien agar udara tidak terlalu berat.

Langkah keempat:
Luruskan kedua tangan dan letakkan di bagian tengah dada pasien, lalu tekan kuat-kuat. Ulangi proses ini sampai 30 kali dengan menghitung.


Langkah kelima:
Setelah menekan dada pasien 30 kali, beri bantuan napas buatan dengan meniupkan udara ke mulut atau hidung pasien sebanyak dua kali. Setelah itu, ulangi langkah keempat.

Langkah keenam:
Jika ada alat pacu jantung darurat (AED) di sekitar tempat kejadian, segera gunakan dan ikuti instruksi yang tertera. AED memiliki kemampuan untuk memberikan kejutan listrik kepada pasien dan akan efektif jika dilakukan bersama CPR



Langkah ketujuh:
Ulangi langkah keempat dan kelima hingga ambulans gawat darurat datang dan pasien sudah ditangan petugas kesehatan untuk dibawa ke rumah sakit.

(mrs/vit)
News Feed