Menurut Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K) atau dr Iko, salah satu penyebab yang mungkin memengaruhi adalah adanya gangguan pada kromosom pada tubuh pasien.
"Ya, sebagian besar mungkin karena ada masalah di kromosom. Jadi pria kan kromosomnya X dan Y, nah kromosom Y itu fungsinya memerintahkan tubuh untuk mengembangkan kelamin menjadi testis," ujar dr Iko kepada detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pria itu sumber utama testosteron atau androgennya cuma di testis. Jadi kalau ada sesuatu terjadi di kromosom Y, pasti testisnya bermasalah. Testis bermasalah, testosteron dan androgen ikut terbawa bermasalah," imbuh dokter spesialis kandungan dan kebidanan RS Cipto Mangunkusumo tersebut.
Jika kadar hormon tersebut rendah pada tubuh pria, salah satu hal yang akan terpengaruh adalah gangguan pada gairah bercinta. "Efeknya ya pertumbuhan rambut-rambut di tubuh pria tidak ada, juga akan ada gangguan pada sexual drive. Gairah seksualnya tidak ada," ungkap dr Iko.
Untuk mengatasi masalah gangguan hormon tersebut, dr Iko menganjurkan pria untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Setelah dicari tahu faktor penyebabnya, maka pengobatan yang tepat dapat diberikan, salah satunya dengan pemberian suplemen khusus.
Baca juga: Gemuk dan Punya Gangguan Hormon, Wanita Jadi Rentan Kena PCOS (ajg/vit)











































