Diungkapkan Direktur Digestive Health Center di Augusta University, Satish S.C. Rao, MD, PhD, saat makan atau menenggak minuman, sekitar 15 cc udara bisa masuk ke lambung. Karena ruang di lambung terbatas, maka lambung mendorong 75 sampai 80 persen udara hingga keluar ke kerongkongan kemudian ke mulut.
Nah, sisa udara yang ikut mengalir ke saluran pencernaan bersama sisa makanan akan diserap di usus kecil atau menyelinap ke usus besar dan dilepaskan melalui kentut. Rao mengatakan, umumnya orang akan bersendawa 3 sampai 6 kali setelah makan dan minum. Tapi, ada pula sendawa yang tak dirasakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Studi Sebut Cara Simpel Ini Ampuh Bikin Perut Kenyang Lebih Lama
Pada beberapa kasus, obat untuk mengurangi asam lambung justru bisa menyebabkan sendawa lebih sering. Rao menambahkan, penyebab lain sering bersendawa yakni banyaknya bakteri yang tumbuh di usus kecil. Biasanya, kondisi ini disertai dengan keluhan seperti kembung, kram perut, atau diare.
Meski jarang terjadi, Rao mengungkakan sering sendawa juga bisa menandakan adanya masalah dengan motilitas (pergerakan) usus. Atau, ada gangguan pada proses pencairan makanan hingga udara di lambung bisa terdorong keluar tubuh.
"Kondisi ini bisa disebabkan adanya penyumbatan, katakanlah misalnya ada ulkus atau tumor yang mencegah makanan dikosongkan dari perut. Akibatnya, makanan dan gas terjebak di sana dan memicu dorongan untuk bersendawa," kata Rao yang juga Professor of Medicine di Medical College of Georgia ini.
Ia menekankan, sendawa beberapa kali setelah makan dan minum merupakan hal normal dan tak perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda sering sendawa lebih dari 3 sampai 6 kali setelah makan, atau sering sendawa ketika Anda tidak makan dan minum, tak ada salahnya segera cek ke dokter. Sebab, bisa saja terjadi masalah yang lebih serius pada kesehatan Anda.
Baca juga: Punya Mag? Kebiasaan Makan yang Seperti Ini Baik untuk Lambung
(rdn/vit)











































