Jumat, 09 Sep 2016 14:06 WIB

5 Hal yang Dipercaya Bisa Mengurangi Risiko Terserang Kanker Prostat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Risiko terserang kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Pakar mengatakan kanker prostat menyerang lebih dari 40 persen pria yang berusia di atas 60 tahun.

"Prostat membesar itu proses alami seperti memutihnya rambut. Nah, pembesaran prostat yang parah bisa berisiko menjadi kanker prostat, dan setiap pria bisa mengalaminya," tutur dr Gideon Tampubolon, SpU dari RS Premier Jatinegara, baru-baru ini.

Satu-satunya cara untuk menghindari terserang kanker prostat adalah menghilangkan organ yang menghasilkan hormon testosteron, yakni testis atau buah zakar. Namun tentu saja itu bukan pilihan bagi pria yang masih produktif dan ingin berkeluarga.

Meski begitu, jangan berkecil hati. Beberapa hal ini disebutkan dr Gideon mampu mengurangi risiko terserang kanker prostat. Apa saja?

1. Tomat

Konsumsi tomat dikatakan dr Gideon mampu mengurangi risiko terserang kanker prostat. Tomat mengandung enzim lycopene yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan prostat.

"Makannya bisa disup, dibakar atau dimakan begitu saja. Dan bukan hanya tomat saja ya, apapun yang mengandung lycopene memiliki manfaat yang sama, paprika emrah contohnya," ungkapnya.

2. Kacang kedelai

Kacang kedelai atau soya juga merupakan makanan yang dianjurkan bagi mereka yang ingin menghindari risiko kanker prostat. Kacang kedelai memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga bisa menetralisir radikal bebas dalam tubuh yang berperan besar dalam munculnya sel kanker.

Baca juga: Frekuensi Bercinta Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Prostat? Ini Kata Dokter

3. Kopi

Penelitian di Tongji University Hospital, Shanghai, menyebut asupan kopi sebanyak 2 cangkir per hari bisa menurunkan risiko kanker prostat sebesar 2,5 persen. Kalaupun terkena kanker prostat, risiko kematian berkurang 24 persen dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.

Diyakini, efek tersebut berkaitan dengan kandungan senyawa-senyawa antiradang dalam kopi yakni cafestol dan kahweol. Keduanya disebutkan bisa menghambat pertumbuhan sel kanker.

4. Bercinta

Peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Publich Health di Inggris menemukan memang dari 32 ribu pria mereka yang frekuensi ejakulasinya lebih sering memiliki prevalensi untuk kanker prostat rendah.

Pria yang ejakulasi 21 kali dalam sebulan di usia 20-an rata-rata 19 persen lebih mungkin tak didiagnosa dengan kanker prostat dibandingkan pria yang ejakulasinya hanya tujuh kali dalam sebulan. Sementara itu pria yang lebih sering ejakulasi di usia 40-an memiliki kemungkinan 22 persen tak didiagnosa dengan kanker prostat.

5. Sunat

Sunat atau sirkumsisi diketahui menurunkan risiko kanker penis dan prostat pada pria. Sebab foreskin atau kulup yang diangkat saat sunat rentan menjadi tempat berkumpulnya bibit penyakit seperti HPV, yang dapat memicu pertumbuhan kanker.

"Secara umum, anatomi penis terdiri dari eksternal dan internal. Nah, penis termasuk bagian eksternal tapi kalau nggak bersih, bisa berefek pada bagian internal penis. Misalnya secara langsung bisa terjadi infeksi saluran kencing atau dalam waktu lama bisa menimbulkan gangguan pada prostat," tutup dr Zaiem.

Baca juga: Kencing Menetes dan Tulang Terasa Nyeri Bisa Jadi Gejala Kanker Prostat (mrs/vit)