Gampang Naik Turun, Risiko Buah Zakar Terpuntir Lebih Besar

Gampang Naik Turun, Risiko Buah Zakar Terpuntir Lebih Besar

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 09 Sep 2016 16:30 WIB
Gampang Naik Turun, Risiko Buah Zakar Terpuntir Lebih Besar
Foto: thinkstock
Jakarta - Testis atau buah zakar yang dimiliki pria memang tidak simetris seratus persen. Ada pria yang salah satu testisnya lebih besar, ada pula pria yang testisnya mudah naik dan turun.

dr Gideon Tampubolon, SpU dari RS Premier Bintaro mengatakan, kondisi testis yang mudah naik turun rentan menjadi alasan pria merasa takut, tidak percaya diri dan akhirnya memeriksakan diri ke dokter. Menurutnya, di satu sisi kondisi ini tidak berbahaya.

"Sebenarnya normal-normal saja. Ada yang ukurannya beda sedikit, ada yang testis kirinya rendah sedikit, bukan hal yang berbahaya. Namun pada kondisi tertentu, testis yang mudah naik turun ini merupakan gangguan yang disebut sebagai retractile testicle," tutur dr Gideon, ditemui di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Catat! 6 Jam Tak Tertangani, Testis Melintir Bisa Rusak Permanen

Dikatakan dr Gideon, testis yang mudah naik turun umum ditemukan pada anak-anak dan remaja sebelum masa puber. Ia mengatakan sebagian besar orang yang mengalami hal ini tidak memiliki masalah apapun ketika dewasa.

Namun memiliki testis yang mudah naik turun dikatakan dr Gideon meningkatkan risiko testicular torsion, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai testis terpuntir. Kondisi membuat pembuluh darah yang menuju buah zakar berputar, terpuntir dan terjepit.

"Kalau sudah terpuntir, pembuluh darah terjepit, ya pertama pasti kesakitan. Setelah itu testisnya bisa mati karena tidak mendapat oksigen," tambahnya.

Bahkan menurut dr M Ayodhia Soebadi, SpU dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, testis yang mati karena terpuntir akan mengecil. Hal ini terjadi karena rusaknya sel sehingga testis tidak mengalami perkembangan.

Ketika mati, fungsi testis pun tidak akan berjalan. Sehingga, beban fungsi testis akan dialihkan kepada testis yang lainnya. Jika testis sebelah kiri terpuntir, lalu mati dan mengecil, maka testis sebelah kanan akan mengambil alih fungsi testis kiri. Hal ini disebut sebagai compensatory hypertrophy.

"Compensatory hypertrophy itu istilah testis yang satunya mengambil alih fungsi testis yang mati. Tapi nggak akan menjadi besar sebelah, hanya mengambil alih fungsi saja," ungkapnya.

Baca juga: Tak Harus Ada Sebab, Testis Bisa Mendadak Melintir Begitu Saja (mrs/vit)

Berita Terkait