Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (13/9/2016), berikut 5 penyakit yang bisa berhubungan dengan disfungsi ereksi tersebut:
1. Stroke dan Serangan Jantung
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila seseorang memiliki dua faktor atau lebih untuk stroke atau serangan jantung ditambah juga memiliki disfungsi ereksi maka Dr Khera menyarankan agar ia mengecek kesehatan jantungnya.
2. Penyakit arteri koroner (CAD)
Penyakit arteri koroner disebabkan oleh penumpukan plak yang terjadi di dalam arteri. Perlahan-lahan arteri akan tersumbat serta kaku karena plak dan kondisi ini yang merupakan penyebab utama penyakit jantung pada pria dan wanita.
Prinsip disfungsi ereksi bisa berkaitan dengan CAD serupa seperti kaitan disfungsi ereksi dengan serangan stroke atau jantung. Dr Khera mengatakan ada peran lapisan pembuluh darah bernama endothelium.
"Endothelium yang memberi tahu pembuluh darah untuk mengeras atau rileks," kata Dr Khera. Ketika endothelium mengalami kerusakan maka sulit untuknya berfungsi normal dan darah tak bisa mengalir ke penis untuk ereksi dengan optimal.
3. Diabetes
Diabetes menurut Dr Khera memiliki dua alasan mengapa ia bisa berdampak besar pada fungsi ereksi seseorang. Alasan pertama adalah karena diabetes bisa memengaruhi aliran darah (termasuk ke penis) dan alasan kedua karena diabetes bisa memengaruhi saraf.
"Pria dengan diabetes antara empat hingga enam kali lipat lebih mungkin untuk alami disfungsi ereksi," kata Dr Khera.
![]() |
4. Penyakit hati
Menurut studi semakin parah penyakit hati seseorang maka semakin tinggi pula kemungkinannya untuk alami disfungsi ereksi. Satu studi bahkan menyebut disfungsi ereksi bisa lebih umum terjadi pada pasien Hepatitis C dibandingkan pasien Hepatitis B.
Alasannya menurut Dr Khera karena saat itu ada senyawa yang dilepaskan oleh tubuh yang bisa menekan fungsi hormon seks.
"Pasien dengan penyakit hati memiliki tingkat SHBG (sex hormone binding globulin) yang tinggi dan albumin yang kecil. Ini adalah kabar buruk karena protein-protein tersebut mengurangi tingkat testosterone yang ada," kata Dr Khera.
5. Demensia
Menurut studi yang dilakukan tahun 2015, pria dengan disfungsi ereksi berisiko untuk alami demensia sekitar 1,68 kali lipat lebih banyak dibandingkan populasi umumnya. Namun demikin Dr Khera mengatakan studi belum bisa memastikan bagaimana pastinya hal ini terjadi.
Hanya saja baik ED dan demensia disebut memiliki faktor risiko yang sama sehingga apabila satu kondisi muncul maka tak menutup kemungkinan kondisi yang lain ikut serta. (fds/vit)












































