Rail Clinic, Ketika Layanan Kesehatan Dilakukan di Atas Gerbong Kereta Api

Rail Clinic, Ketika Layanan Kesehatan Dilakukan di Atas Gerbong Kereta Api

Ardian Fanani - detikHealth
Kamis, 15 Sep 2016 17:01 WIB
Rail Clinic, Ketika Layanan Kesehatan Dilakukan di Atas Gerbong Kereta Api
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Tak banyak yang tahu adanya Rail Clinic atau kereta kesehatan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Karena kereta dua gerbong ini memang satu-satunya di Indonesia. Sementara untuk operasionalnya hanya ada di wilayah Pulau Jawa.

Pembuatan Rail Clinic ini dilatarbelakangi semangat PT KAI untuk memberi pelayanan lebih kepada masyarakat Indonesia khususnya di bidang kesehatan dengan memanfaatkan jalur KA sehingga dapat menembus daerah yang sulit dilalui oleh kendaraan bermotor.

Rangkaian Rail Clinic terdiri dari 2 kereta yang masing–masing memiliki tata ruang dan jenis pelayanan kesehatan yang berbeda. Secara umum, fasilitas pelayanan kesehatan yang akan diberikan di dalam Rail Clinic adalah jenis pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa ruangan. Ruangan masinis, 4 ruangan pemeriksaan kesehatan yang terdiri pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata dan pemeriksaan kehamilan," ujar Nita Sutyowati, Manager Kesehatan PT KAI Daop 9 Jember kepada detikcom, Kamis (15/9/2016).


Tak hanya itu, tambah Nita, Rail Clinic ini juga dilengkapi dengan toilet ramah lingkungan. Selain itu, bagian belakang ruangan terdapat ruangan kefarmasian. Sementara, alat-alat kesehatan seperti pemeriksaan gigi dan USG untuk memantau kesehatan kehamilan.

"Ada juga lab sederhana untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat. Untuk pertolongan pertama Rail Clinic ini sangat siap. Daya tampung pasien sekitar 200 orang," tambahnya.

Baca juga: Dr Lie Dharmawan & Perjuangan Bangun RS Apung Swasta Pertama Indonesia

Sementara untuk pengoperasian, tak ada petugas khusus. Semuanya diserahkan kepada masing-masing Daerah Operasional (Daop) yang membutuhkan atau wilayah kegiatan sosial PT KAI.

"Dipastikan dokter umum dan dokter gigi ada dari masing-masing Daop. Dan yang bertanggung jawab adalah manager kesehatan di sana," pungkasnya.


Sementara untuk kemudahan dalam operasi, diperlukan kereta yang tak tergantung lokomotif sehingga pengaturan operasional Rail Clinic dapat lebih leluasa. Oleh karena itu armada yang dimodifikasi oleh tim Balai Yasa untuk pembuatan Rail Clinic adalah dengan retrofit kereta rel diesel (KRD).

"Proses pengerjaan kereta Rail Clinic ini dilakukan sejak 10 Oktober 2015," ujar Luqman Arif, Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember.

Rail Clinic diresmikan tanggal 12 Desember 2015 lalu di Stasiun Pasarsenen, Jakarta sekaligus menerima piagam sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Rail Clinic telah melakukan kegiatan serupa di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 8 Surabaya dan Daop 9 Jember.

Baca juga: Ketika Perahu, Kereta, dan Pesawat Disulap Jadi RS Berjalan

(vit/vit)

Berita Terkait