"Selulit merupakan munculnya benjolan lemak yang mendorong jaringan ikat kulit, sehingga muncul struktur tampilan bergelombang dan tidak rata," ungkap pakar kulit Dr Kiran Lohia, MD.
Sementara itu, dr Eddy Karta, SpKK dari Edmo Clinic Jakarta Selatan juga menuturkan hal serupa. Menurutnya selulit merupakan lemak di bawah kulit yang terbentu mengelompok dan mengeras, sehingga terlihat dari permukaan kulit. Umumnya garis-garis yang muncul tidak rata dan seperti kulit jeruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun sebagian ahli meyakini selulit muncul secara personal pada individu kebanyakan adalah karena berat badan yang meningkat terlalu drastis dan cepat, namun ada pula yang berpendapat bahwa kemunculan selulit juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.
Dibandingkan pria, wanita tampaknya lebih sering mengalami masalah dengan selulit. Kolagen pada kulit wanita memiliki pola berbentuk baris paralel seperti pilar. Nah, dengan adanya dorongan lemak, pola ini membuat selulit menjadi mudah terlihat.
dr Eddy menuturkan, jika kulit sudah terlanjur memiliki selulit, maka sebenarnya sulit kembali sembuh seperti sebelumnya. "Oleh karena kondisi ini adalah kulit yang pecah akibat tarikan maka umumnya pengobatan tidak berhasil menyembuhkan pulih sampai sediakala," tutur dr Eddy.
Namun ada pula ahli yang menuturkan rutin berolahraga dalam intensitas tinggi dapat membakar lemak dalam tubuh, sehingga membantu membuat selulit menjadi kurang terlihat. Salah satu jenis latihan yang dianjurkan misalnya yoga dan joging.
Joging dikatakan sebagai salah satu cara terbaik untuk mengurangi lemak pada kulit, terutama paha. Tak cuma itu, rutin joging juga membantu menjaga berat badan Anda tetap stabil untuk jangka waktu yang lama.
Baca juga: 4 Bahan Alami untuk Hilangkan Stretch Mark di Kulit
(ajg/vit)











































