Puluhan Calon Profesional Kesehatan dari Indonesia dan Luar Negeri Ikuti Pelatihan di Kulonprogo

Puluhan Calon Profesional Kesehatan dari Indonesia dan Luar Negeri Ikuti Pelatihan di Kulonprogo

Bagus Kurniawan - detikHealth
Jumat, 23 Sep 2016 18:51 WIB
Puluhan Calon Profesional Kesehatan dari Indonesia dan Luar Negeri Ikuti Pelatihan di Kulonprogo
Foto: thinkstock
Jakarta - Sekitar 50-an calon profesional kesehatan asing multidisiplin bersama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti Summer Course 2016, Interprofessional Health Care di Kabupaten Kulonprogo.

Para peserta berasal dari Eropa, Australia, Jepang, Malaysia dan beberapa negara Asia lain, serta tuan rumah Indonesia. Mereka terdiri dari mahasiswa program studi dokter, keperawatan, gizi, ilmu kesehatan masyarakat dan kebidanan untuk mengikuti pelatihan selama lebih kurang tiga minggu hingga tanggal 8 Oktober 2016.

"Hari ini semua peserta kita lepas menuju beberapa wilayah di Kulonprogo," kata Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UGM , Prof Dr dr Teguh Aryandono di Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (23/9/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Teguh, semua peserta akan tinggal di rumah-rumah warga desa sekitar di empat kecamatan di Kulonprogo yakni Kecamatan Temon, Sentolo, Panjatan dan Wates. Selama tinggal di desa, peserta akan melakukan berbagai kegiatan seperti observasi, praktik lapangan di puskesmas, pusat pelayanan kesehatan setempat seperti puskesling, posyandu, posyandu lansia dan sekolah-sekolah.

"Sebelum terjun ke lapangan, mereka telah mengikuti kuliah teori di Fakultas Kedokteran UGM dari beberapa pakar kesehatan baik dari FK UGM maupun para pakar dari luar negeri," kata Teguh didampingi Dr dr Mahardika Agus Wijayanti, MKes selaku Kepala Prodi Pendidikan Dokter.

Baca juga: Rail Clinic, Ketika Layanan Kesehatan Dilakukan di Atas Gerbong Kereta Api

Beberapa pakar dari luar negeri yang turut memberikan kuliah teori seperti dari Mahidol University, Ramathibodi School of Nursing, Kobe Universiyu, Graduate School of Health Sciences, Kyoto University Graduate School of Medicine, Universiti Sains Malaysia (USM), University of New South Wales (UNSW), Erasmus Medical Center dan Chulalongkorn University.

Ketua Summber Course 2016, dr Gunadi, PhD, SpBA menambahkan permasalahan utama yang akan diangkat dalam Summer Course di Kulonprogo adalah masalah kesehatan ibu anak. Saat ini pencapaian kesehatan ibu dan anak masih menjadi tantangan tersendiri untuk upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Selain itu lanjut Gunadi, ada beberapa permasalahan kesehatan di Indonesia seperti menurunkan insidensi penyakit malaria atau penyakit tropis lainnya, tuberculosis (TBC), water-borne diseases dan hepatitis yang masih menjadi tantangan bangsa Indonesia. Peserta dari luar negeri akan mengimplementasikan pengetahuan yang ada di negaranya untuk mencoba membantu mengatasi permasalahan lokal terutama di Kulonprogo.

"Beberapa kasus yang diangkat ini merupakan kasus yang jarang ditemukan di negara-negara non-tropis seperti Australia dan Eropa. Peserta dari Australia, Eropa dan negara Asia lainnya tertarik untuk mengikuti," papar Gunadi.

Gunadi menambahkan jumlah peserta asing sebanyak 24 orang. Sedangkan mahasiswa FK Kedokteran dan sekolah vokasi UGM sebanyak 18 orang ditambah beberapa dosen pendamping.

"Kita berharap dengan kegiatan ini mampu membekali mahasiswa dengan paparan langsung mengenai masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Mereka belajar mengidentifikasi kasus dalam perspektif global dan belajar berkolaborasi dengan tenaga medis dan pakar asing untuk menangani kasus kesehatan masyarakat lokal dengan prinsip Interprofessional Education (IPE)," pungkas Gunadi.

Baca juga: Sarana dan Prasarana yang Kurang Jadi Keluhan Umum Pelayanan JKN (bgs/up)

Berita Terkait