Efek Samping Obat yang Dirasakan Pasien CML: Mual, Gatal, Hingga Bobot Naik

Efek Samping Obat yang Dirasakan Pasien CML: Mual, Gatal, Hingga Bobot Naik

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 25 Sep 2016 13:00 WIB
Efek Samping Obat yang Dirasakan Pasien CML: Mual, Gatal, Hingga Bobot Naik
Ilustrasi mual (Foto: thinkstock)
Jakarta - Efek samping konsumsi imatinib mesylate pada pasien Chronic Myeloid Leukemia (CML) atau dalam bahasa Indonesia disebut Leukemia Granulositik Kronik (LGK), beragam. Umumnya mual, gatal, nyeri, atau bengkak dialami pasien.

Efek samping seperti itu memang bisa diatasi, tetapi sifatnya mengurangi gejala, bukan diobati. Demikian disampaikan dr Nadia Ayu Mulansari SpPD, KHOM dari RS Cipto Mangunkusumo. Menurut dr Nadia, jika dirasa tidak terlalu mengganggu, keluhan seperti itu baiknya didiamkan saja.

"Obat apapun interaksinya ada dengan imatinib. Hampir sering sih parasetamol ya," ujar dr Nadia di sela-sela diskusi bersama Himpunan Masyarakat Peduli Elgeka di Bakmi GM, Jl Sunda, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merujuk pada sebuah kasus di luar negeri, dr Nadia menyebutkan ada kasus di mana pasien CML mengonsumsi parasetamol dan kemudian terjadi gangguan hati berat. Akhirnya, dibuatlah warning konsumsi parasetamol saat si pasien juga mengonsumsi imatinib, untuk keamanan.

Sebab, lanjut dr Nadia, imatinib bersifat meningkatkan kadar parasetamol di dalam darah.

Namun, beberapa pasien juga ada yang mengonsumsi parasetamol tetapi tidak terjadi reaksi apa-apa. Sementara, sesak napas yang bisa timbul dikatakan dr Nadia tidak berkaitan langsung dengan imatinib. Bagaimana dengan efek samping gatal?

Baca juga: Gejala Mirip Demam Berdarah, Waspadai Leukemia Pada Anak

dr Nadia menganjurkan jika gatal masih bisa diatasi dengan digaruk, maka lebih baik digaruk saja ketimbang diberi obat lain yang justru bisa memicu masalah selanjutnya. Umumnya, gatal juga dipicu kondisi kulit kering hingga pemberian moisturizer pun bisa membantu.

"Kalau pusing yang nggak ngenakin gitu bisa juga terjadi. Tapi kalau masih bisa ditolerir nggak usah diberi obat. Reaksi-reaksi ini juga umumnya terjadi di tiga sampai enam bulan pertama konsumsi obat. Lama-lama akan hilang jadi ibaratnya sekarang ditahan-tahan aja dulu," kata dr Nadia.

Terutama nyeri, pada kebanyakan pasien akan hilang setelah beberapa bulan pasien mengonsumsi imatinib. Meski, jangka waktu hilangnya efek samping tersebut juga tergantung dari masing-masing pasien.

Sedangkan, untuk efek samping bobot naik dr Nadia tak bisa berkomentar banyak. Sebab, imatinib memang mesti dikonsumsi segera setelah makan supaya efek mual bisa diminimalkan. Untuk antisipasi bobot naik, aktivitas fisik penting dilakukan walaupun dikembalikan lagi ke kemampuan masing-masing pasien.

"Untuk mual kalau nggak mengganggu sekali ya nggak perlu dikasih obat anti-mual. Ingat, mual juga bisa aja karena sugesti lho karena adanya mindset baca efek samping obat atau tahu dari pasien lain jadinya baru mau minum obat udah mual," pungkas dr Nadia.

Baca juga: Leukemia Seperti pada Putra Farhan, Penyakit yang Tak Kenal Stadium

(rdn/vit)

Berita Terkait