ADVERTISEMENT

Senin, 26 Sep 2016 17:40 WIB

Dukung Kebijakan Banyak Anak, Menteri Kesehatan Italia Diprotes

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
ilustrasi ibu dan anak (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Rendahnya angka kelahiran di Italia membuat pemerintah mendorong pasangan untuk memiliki lebih banyak anak. Sayangnya, kebijakan tersebut malah diprotes.

Menteri Kesehatan Italia, Beatrice Lorenzin, menjadi sasaran protes setelah pekan lalu menghadiri konferensi Fertility Day. Konferensi tersebut merupakan salah satu ajang kampanye pemerintah agar masyarakat Italia mau memiliki anak akibat rendahnya angka kelahiran di Negara Pasta tersebut.

Protes muncul karena kebijakan tersebut dianggap seksis dan rasis bagi kaum wanita. Para demonstran menyatakan ketidakpuasannya terhadap rendahnya lapangan pekerjaan, tempat penitipan anak dan kesejahteraan rakyat sehingga sulit bagi mereka untuk membesarkan anak dengan sehat dan baik.

Baca juga: Islandia Negara Paling Sehat, Indonesia Duduki Peringkat 91 Dunia

Di sisi lain, Lorenzin mengaku tidak gentar dan menyebut rendahnya angka kelahiran di Italia merupakan ancaman bagi masa depan negara. Prevalensi angka kelahiran anak di Italia hanya 1,35 anak per wanita, lebih rendah daripada rata-rata negara di Eropa yang prevalensinya 1,6.

"Yang lebih penting daripada polemik ini adalah kita memiliki 700.000 orang yang ingin memiliki anak, namun tidak bisa mendapatkannya karena berbagai alasan," tutur Lorenzin, dikutip dari Reuters.

Tahun 2015 lalu, sebuah perusahaan auditing asal Jerman, BDO, bekerjasama dengan Hamburg Institute of International Economis (HWWI), merilis data negara dengan angka kelahiran terendah. Jerman berada di urutan pertama dengan hanya 8,2 anak per 1.000 penduduk dalam kurun lima tahun belakangan. Sedangkan angka kelahiran di Jepang mencapai 8,4 per 1.000 penduduk untuk periode yang sama.

Sebagai perbandingan, dua negara Eropa lainnya yang dikatakan memiliki angka kelahiran terendah, yakni Portugis dan Italia, angka kelahirannya masing-masing masih 9,0 dan 9,3 per 1.000 penduduk. Namun negara yang dianggap sama majunya dengan Jerman, seperti Prancis dan Inggris justru memiliki angka natalitas rata-rata mencapai 12,7 per 1.000 penduduk. (mrs/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT