Nah bila kerusakan genetik sudah terlalu banyak, maka pada akhirnya akan ada peningkatan risiko untuk kanker.
Terkait hal tersebut studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti di National Institute of Environmental Health Sciences, Amerika Serikat, lebih jauh menemukan bahwa kerusakan genetik oleh asap rokok ini dapat bertahan hingga 30 tahun lebih. Peneliti mengetahuinya setelah menganalisis 16 ribu sampel darah dari perokok, mantan perokok, dan bukan perokok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin studi Dr Stephanie London menjelaskan perubahan DNA spesifiknya terjadi pada grup methyl yang berperan memengaruhi apakah suatu ekspresi genetik aktif atau tidak.
"Gen-gen yang kami temukan terpengaruh ini adalah gen yang memiliki kaitan dengan penyakit akibat rokok," kata Stephanie seperti dikutip dari CNN, Senin (26/9/2016).
Dalam studi yang dipublikasi di jurnal Circulation: Cardiovascular Genetics, Stephanie mengatakan diketahui total bisa ada lebih dari 7 ribu gen yang dipetakan terpengaruh oleh asap rokok. Hal tersebut setara sekitar sepertiga informasi genetik yang diketahui ada pada manusia.
"Berita bagusnya adalah setelah Anda berhenti merokok, mayoritas sinyal methyl pada DNA kembali ke tingkat nonperokok dalam waktu lima tahun. Artinya tubuh Anda mencoba menyembuhkan diri dari dampak buruk menghisap tembakau," ujar peneliti lainnya Dr Roby Joehanes dari Institute for Aging Research.
Baca juga: Anak Bisa Kena Penyakit Genetik Gara-gara Ortunya Merokok (fds/vit)











































