Penelitian terbaru dari Prancis mengungkap seseorang bertubuh kurus juga berisiko kanker usus besar meski selama ini kanker usus besar lebih banyak ditemukan pada mereka yang gemuk. Hal ini terjadi karena tubuh kurus kenaikan kadar insulin dalam tubuh mengindikasikan tingginya risiko kanker usus besar, tak peduli meski yang bersangkutan bertubuh kurus.
Itu artinya orang-orang kurus juga menyimpan risiko penyakit, yang bisa jadi seringkali diabaikan karena kurus dianggap lebih menyehatkan. Setidaknya Anda perlu tahu ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa menyerang orang-orang kurus, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Senin (26/9/2016) berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pikun
|
Foto: thinkstock
|
2. Kelebihan kolesterol
|
Foto: thinkstock
|
"Gemuk biasanya punya risiko hiperkolesterolemia lebih tinggi, tetapi tidak berarti kalau gemuk 100 persen pasti kolesterolnya berlebih. Begitu pula kalau kurus tidak selalu aman. Makan sedikit tapi kalau gorengan melulu, kolesterolnya juga bisa berlebih," lanjut Dr Antonia.
Kalau tidak dikontrol, kelebihan kolesterol bisa menjadi faktor risiko berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah. Kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein) bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, sehingga memicu kematian akibat stroke atau serangan jantung.
3. Serangan jantung
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Ternyata ia memiliki pola hidup yang tidak sehat seperti perokok aktif dan mengonsumsi makan-makan yang pantangan," paparnya.
4. Diabetes
|
Foto: iStock
|
Jika diabetes kebanyakan disebabkan produksi insulin berlebih, pada pasien Asia justru terjadi defisiensi insulin. "Ini kebalikannya, jadi insulinnya mungkin kerjanya normal, tapi jumlahnya sangat sedikit, jadinya tidak mampu mengolah seluruh gula dalam darah, yang menyebabkan gula darahnya tinggi," urainya.
Riset lain yang dilakukan di AS juga mengungkap, pasien diabetes yang kurus atau memiliki berat badan normal berisiko meninggal dua kali lebih besar dibanding orang yang mengalami kelebihan berat badan.
5. Infeksi paru-paru
|
Foto: Thinkstock
|
Persoalannya, infeksi ini sangat sulit untuk diobati, bahkan seringkali membutuhkan operasi dan terapi antibiotik intravena yang kuat dan panjang waktunya. Di sisi lain, pasien NTM mempunyai respons kekebalan tubuh yang lebih lemah.
Baca juga: Jangan Biarkan Tubuh Terlalu Kurus
Perlu diketahui bahwa skinny fat atau kurus tapi gemuk sebenarnya lebih berbahaya dari obesitas. Kondisi ini merujuk pada orang-orang yang bertubuh kurus namun memiliki perut yang besar akibat tumpukan lemak di perutnya.
Menurut pakar, lemak di perut (lemak visceral) dapat mengakibatkan tekanan yang lebih besar pada jantung dan organ lainnya. Lemak perut juga meningkatkan risiko resistensi insulin, sehingga peluang untuk terserang penyakit kronis seperti jantung dan diabetes menjadi semakin besar ketimbang orang yang kelebihan berat badan sekalipun.
Halaman 2 dari 6











































