Bayi Kontroversial Ini Lahir dari 3 Orang Tua

Bayi Kontroversial Ini Lahir dari 3 Orang Tua

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 28 Sep 2016 18:01 WIB
Bayi Kontroversial Ini Lahir dari 3 Orang Tua
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sesosok bayi lahir dari sebuah teknik kontroversial. Bayi ini tercipta dari 3 orang tua yang DNA-nya digabungkan demi menghindari risiko mewarisi penyakit langka.

Bayi laki-laki ini lahir di Meksiko, 6 April yang lalu melalui teknik yang disebut spindle nuclear transfer. Dilaporkan dalam jurnal Fertility and Sterility, teknik ini dilakukan sebagai upaya menghindari Leigh syndrome, sebuah penyakit saraf langka yang menyerang 1 dari 40.000 orang.

Akibat penyakit tersebut, ibu dari si bayi mengalami keguguran sebanyak 4 kali sebelumnya. Sang ibu juga pernah melahirkan 2 anak lain, yang satu hanya bertahan hidup selama setahun dan satu anak lainnya hanya sampai usia 6 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayi ini lahir dari DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) yang diambil dari sel telur sang ibu, dan ditanamkan pada sel telur sehat dari perempuan lain sebagai donornya. Hasilnya, si bayi memiliki kombinasi DNA dari 3 orang, yakni 2 ibu dan seorang ayah.

Baca juga: Kenali, Faktor-faktor yang Bisa Tingkatkan Risiko Kelahiran Prematur

Pada prinsipnya, setiap orang memiliki DNA di 2 tempat yakni di nukleus dan mitokondria. Dalam teknik ini, DNA pada nukleus ibu dipisahkan dari DNA pada mitokondria yang mengandung kecacatan gen penyebab Leigh syndrome.

Meski teknik ini diklaim baru pertama kali digunakan, versi lain dari teknik ini pernah dilakukan sebelumnya. Ini disampaikan oleh Prof Hank Greely dari Stanford University, yang membidangi implikasi etis, legal dan sosial dari teknik biomedis.

"Sekitar belasan bayi seperti ini lahir di Amerika Serikat pada akhir 1990-an atau awal 2000-an sebelum FDA (Food and Drug Administration) memutuskan bahwa prosedur tersebut butuh persetujuan FDA," katanya, dikutip dari CNN, Rabu (28/9/2016).

Baca juga: Kisah Reuben yang Sama-sama Alami Cacat Langka Seperti Bibinya (up/up)

Berita Terkait