Kamis, 29 Sep 2016 11:33 WIB

Cerita Pria Australia yang Mr P-nya Dua Kali Tersengat Laba-laba dalam Setahun

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Laba-laba redback (Foto: Thikstock)
Sydney, Australia - Penis merupakan salah satu 'titik lemah' pria. Tentu tak terbayangkan rasanya bilamana alat vital pria yang satu ini sampai tersengat laba-laba, apalagi sampai dua kali. Tetapi ini benar-benar terjadi di Australia.

Saat itu pria ini mengaku sedang menggunakan toilet portabel di sebuah gedung perkantoran di Sydney. Tiba-tiba saja ia merasakan sensasi seperti tersengat sesuatu di organ intimnya.

Bagi pria ini, rupanya sengatan ini terasa begitu familiar. Situs berita BBC melaporkan, April lalu, pria yang hanya diketahui bernama depan Jordan itu dirawat di rumah sakit karena penisnya tersengat laba-laba redback ketika sedang menggunakan toilet yang sama.

"Setelah kejadian itu, saya benar-benar kapok menggunakannya. Tetapi hari itu, toilet tersebut baru dibersihkan jadi saya kira tidak akan kenapa-kenapa. Saya juga sudah memastikan dudukan toiletnya aman. Tapi begitu saya duduk dan buang air, muncul rasa sakit yang sama," urai Jordan.

Bahkan Jordan mengaku si laba-laba menggigit persis di tempat yang sama dengan kejadian pertama. "Saya tak percaya ini bisa terjadi lagi. Begitu saya tengok ke bawah, saya lihat kaki-kaki laba-laba di pinggir toilet," imbuhnya.

Baca juga: Racun Hewan yang Paling Mematikan

Jordan mengaku tak tahu pasti apa jenis laba-laba yang menggigitnya kali ini. Namun dapat dipastikan bahwa laba-laba redback yang menyengatnya beberapa waktu lalu tergolong beracun. Gigitannya juga bisa mengakibatkan rasa nyeri yang sangat buruk, berkeringat dan mual.

Laba-laba redback juga lazim ditemukan di Australia, bahkan Australian Museum mencatat, sekitar 2.000 orang digigit atau disengat laba-laba setiap tahunnya. Namun digigit laba-laba sampai dua kali dan di organ vital hanya dalam kurun waktu enam bulan menjadikan Jordan 'pria paling apes' di Negeri Kanguru.

Untungnya, Jordan dapat dipulihkan seperti sediakala dan tak butuh waktu lama di rumah sakit. Meski demikian, entah Jordan tahu atau tidak, gigitan laba-laba dapat memicu efek samping yang aneh beberapa tahun berikutnya. Salah satunya karena bisa laba-laba mengandung racun yang dapat memicu ereksi.

Pada kasus lain juga dikabarkan seorang wanita mengalami nekrosis atau mati jaringan setelah telinganya digigit brown recluse spider saat tengah berlibur di Italia. Dokter lantas harus mengangkat jaringan mati tersebut dan membuatkan daun telinga baru dengan bahan tulang rawan dari rusuknya.

Baca juga: Hal Pertama yang Harus Dilakukan Saat Disengat Lebah: Keluarkan Stinger-nya

Ya, disengat laba-laba beracun memang sebaiknya tidak diremehkan. Apalagi pernah terjadi kasus orang meninggal dunia akibat tidak segera mendapat pertolongan saat disengat laba-laba.

Peristiwa itu dialami pria bernama Ron Reese yang sedang merenovasi rumah tua di Mulberry, Florida, beberapa waktu lalu. Tiba-tiba, tepat di belakang lehernya digigit laba-laba, bahkan bagian tersebut membusuk sampai ke tulang belakangnya.

Gigitan laba-laba tertentu memang bisa menimbulkan luka yang lama-lama bisa menimbulkan gangguan sistemik. Ini terjadi saat racun gigitan merusak sel darah merah. Jika luka makin serius, gejala seperti demam dan ruam pun muncul di hari pertama.

Bila tidak bertambah serius, lukanya hanya akan berubah menjadi warna ungu kehitaman dan akan sembuh dengan sendirinya. Pengobatan rumah seperti meletakkan bubuk kopi di atas luka tidak disarankan karena ditengarai hanya akan menyebabkan infeksi. Karena itu lebih baik segera ke dokter setelah digigit laba-laba. (lll/vit)