ADVERTISEMENT

Selasa, 04 Okt 2016 18:01 WIB

Daya Tular Tinggi, Jangan Abaikan Kondisi yang Dicurigai Gejala Kaki Gajah

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: AN Uyung Pramudiarja
Jakarta - Penyakit kaki gajah atau filariasis bisa mengenai siapa saja. Untuk mencegah penyakit kaki gajah, tak cukup hanya peran aktif pemerintah saja tetapi juga kesadaran masyarakat akan penyakit ini yang amat penting.

"Daya tularnya (penyakit kaki gajah) tinggi, apalagi seringnya pasien ditemukan dalam kondisi sudah cacat," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Ditjen P2P Kemenkes RI, drg R Vensya Sitohang, MEpid.

Hal itu ia sampaikan usai pelaksanaan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) 2016 di Kabupaten Gunung Mas, Kuala Kurun, Kalimantan Tengah, Senin (3/6/2016).

Dikatakan drg Vensya, ketika ada satu saja orang yang sudah mengalami kecacatan menetap akibat filariasis menunjukkan kemungkinan ada 10 orang pasien yang sudah memiliki gejala tapi tidak mengetahuinya. Atau, bisa saja si pasien sudah bergejala seperti muncul bengkak di bagian lipatan paha atau ketiak tanpa ada luka, namun kemudian hilang.

"Jadi bisa saja si orang ini nggak tahu atau dia tahu, tapi bukan tidak peduli ya karena kadang kan bengkaknya yang agak nyeri itu hilang, diistirahatkan. Jadi dipikirnya nggak perlu lagi cari pengobatan. Padahal, kalau periksa dan memang positif, bisa ditangani lebih awal dan kemungkinan kondisinya normal kembali juga lebih besar," lanjut drg Vensya.

Baca juga: Di Bogor, Kaki Gajah Dianggap Lebih 'Memalukan' Dibanding TBC

Gejala lain kaki gajah yakni timbul demam satu sampai dua kali setiap bulan bila bekerja berat, tapi sembuh tanpa diobati. Lalu, ada pembesaran yang hilang timbul pada kaki, tangan, atau payudara di mana pembesaran itulah yang lama-kelamaan menjadi cacat menetap.

Ketika ada satu orang yang mengalami catat menetap di suatu daerah maka seharusnya masyarakat setempat langsung minum obat pencegah kaki gajah. Meski idealnya obat diminum setahun sekali selama lima tahun berturut-turut sebagai bentuk pencegahan meski di satu daerah belum ada warga yang diketahui positif terkena kaki gajah.

Selain itu, menurut drg Vensya secara epidemiologis, ketika ada 1 orang yang mengalami cacat permanen akibat kaki gajah, kemungkinan ada 100 orang yang belum menunjukkan gejala tetapi sudah berpotensi tertular

"Apalagi nyamuk kan nggigitnya lebih dari satu kali sehari dan hampir semua nyamuk bisa jadi vektornya," kata drg Vensya. Untuk itu, karena ditularkan melalui nyamuk, menjaga kebersihan termasuk melindungi diri dari gigitan nyamuk juga penting dilakukan.

Nah, kabupaten Gunung Mas menjadi Kabupaten yang tahun ini memulai program eliminasi kaki gajah. Menurut drg Vensya, hal ini bisa memberi semangat kepada berbagai pihak termasuk pemerintah dan juga masyarakat bahwa pemberian obat filaria akan berdampak dan berhasil.

"Ada upaya menghargai program eliminasi filaria, bukan sekadar mendapat sertifikat yang ditandatangani menteri, tapi bahwa upaya itu akan berbuah. Untuk itu, mari sama-sama kita usahakan dengan segala keterbatasan yang ada," terang drg Vensya.

Baca juga: 5 Reaksi Langka Akibat Gigitan Nyamuk: Payudara 'Pecah' Hingga Lumpuh

Daya Tular Tinggi, Jangan Abaikan Kondisi yang Dicurigai Gejala Kaki Gajah


(rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT