Menurut laporan terbaru, pria yang dikenal sebagai 'The Punisher' ini tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan kebijakan yang melarang publik Filipina untuk merokok di ruang publik, baik indoor maupun outdoor.
Kebijakan ini sebenarnya hanyalah perluasan dari kebijakan yang diberlakukan Duterte saat masih menjabat sebagai wali kota Davao, sebuah kota di selatan Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden menginginkan ruang publik di Filipina bebas asap rokok 100 persen. Dan yang dimaksud dengan ruang publik itu tidak hanya sebatas taman atau terminal bus, tetapi juga dalam kendaraan umum," tegas Ubial seperti dilaporkan New York Times.
Baca juga: 3 Penyebab Utama Makin Banyak Perokok di Indonesia: Iklan, Mudah dan Murah
![]() |
Ubial menambahkan, kebijakan ini bukannya untuk melarang perokok, tetapi menjauhkan mereka dari bukan perokok. Kalaupun ingin merokok, mereka akan disediakan area tersendiri, yang juga berada di luar ruangan, untuk mengisap tembakau.
Kebijakan ini berlaku tidak hanya bagi perokok biasa, tetapi juga pengguna rokok elektrik, cerutu maupun pipa. "Kami terinspirasi dengan keberhasilan di Davao karena pemerintah setempat menyiapkan pasukan khusus untuk memastikan kebijakan ini ditaati dengan baik, alih-alih menambah beban kerja polisi untuk menertibkannya," timpal Ubial.
Kepada media The Philippines Star, Ubial menambahkan, sang presiden tidak khawatir bilamana industri rokok besar akan bereaksi negatif terhadap kebijakan ini. "Itu terserah Anda. Karena sekarang yang Anda tentang adalah Presiden sendiri," ujarnya.
Baca juga: Bisa Bikin Kecanduan, Rokok Disebut Termasuk dalam Golongan Narkoba
Sejak menduduki jabatannya sebagai Presiden Filipina per 30 Juni lalu, nama Duterte langsung melejit secara global karena kampanye anti-narkoba yang dilakukannya.
Bagaimana tidak, kampanye itu diduga telah mengakibatkan terbunuhnya 3.600-an pengguna dan pengedar narkoba, termasuk 1.500-an orang yang meninggal karena terlibat adu tembak dengan polisi dalam upaya pemberantasan distribusi narkoba. Upaya ini sendiri ditentang masyarakat internasional. (lll/vit)












































