Senin, 17 Okt 2016 13:08 WIB

Dokter: Komunitas Bisa Bantu Pasien Autoimun Hadapi Stres

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Didiagnosis memiliki penyakit yang tergolong langka seperti penyakit autoimun bisa menyebabkan beberapa orang stres. Nah, bagaimana cara mengatasinya?

Menurut dr Fransisca Hardi SpPD, dokter sekaligus ketua Marisza Cardoba Foundation (MCF), mengalami kebingungan dan ketakutan yang dapat menyebabkan stres pada seseorang ketika mengetahui memiliki autoimun, merupakan hal normal.

"Nah yang saya pentingkan di sini adalah grup atau komunitas. Dalam komunitas pasien autoimun bisa berbagi seperti bagaimana rasanya, dan tips walaupun manifestasi pada setiap orang berbeda-beda," tutur dr Fransisca.

Dalam acara First Gathering Autoimune Indonesia di Gedung Kompas, Jalan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (16/10/2016), dr Fransisca mengingatkan walaupun penanganan setiap pasien autoimun berbeda, yang diperlukan dalam sebuah komunitas adalah rasa kebersamaan.

Baca juga: Memar-memar Dikira 'Cubitan Setan', Ternyata Marisza Kena Penyakit Autoimun ITP

"Peran komunitas itu penting dalam memberikan semangat dan ini bisa membuat pasien berpikir positif," imbuh dr Fransisca.

Sementara, menurut psikolog klinis dan psikoterapis Henny Wirawan kepada detikHealth beberapa waktu lalu, curhat atau bercerita kepada seorang teman dapat membuat mental menjadi sehat. Karena dalam komunitas atau persabatan ketika seseorang bercerita ia dapat berbagi suka maupun duka.

"Orang yang memiliki sahabat dan beraktivitas sehat bersama sahabatnya akan lebih sehat mentalnya dan berpotensi panjang umur daripada orang yang tidak memiliki sahabat," imbuh Henny.

Baca juga: Terapkan 5 Dasar Hidup Sehat Bisa Cegah dan Kendalikan Penyakit Autoimun (up/up)