Senin, 17 Okt 2016 17:33 WIB

Momen Saat Bocah yang Terlahir Tanpa Tangan Menyuap Makanan Ini Jadi Viral

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Facebook/ Elmira Knutsen Foto: Facebook/ Elmira Knutsen
Moskow - Vasilina Knutsen terlahir tanpa tangan. Meski begitu, bocah yang kini berusia 1 tahun 3 bulan ini beruntung. Keluarganya amat menyayangi dia, meski hanya keluarga angkat. Bahkan, keluarganya selalu mendukung Vasilina untuk belajar melakukan aktivitas memakai kaki, termasuk saat makan.

Kini, Vasilina tinggal bersama orang tua angkatnya, Chris dan Elmira Knutsen, serta tiga saudara angkat laki-lakinya yaitu Radik, Aidan, dan Denis yang juga merupakan anak angkat di keluarga itu.

Elmira mengisahkan awalnya ia dan Chris tidak berniat mengadopsi Vasilina. Namun, ketika melihat gadis cilik itu, Elmira mengatakan ada ikatan tersendiri antara keluarganya dengan gadis cilik itu dan Elmira merasa bahwa Vasilina adalah putrinya.

"Mengadopsi anak tanpa lengan atau kaki bukanlah hal yang mudah. Apalagi, butuh waktu lama bagi pengadilan untuk mengabulkan permohonan adopsi ini," kata Elmira seperti dikutip dari Pravmir.

Bahkan, ketika melihat Vasilina dan tahu orang tuanya tak berniat mengadopsi bocah itu, Denis sempat bertanya apa bedanya anak yang tidak punya tangan dan punya tangan. Denis menekankan pada Elmira dan Chris bahwa anak yang tak punya tangan juga berhak untuk diadopsi.

Kini, Vasilina dengan tiga kakak laki-lakinya amat rukun. Elmira mengisahkan, keempat anaknya kerap bermain bersama. Bahkan, Aidan (3) selalu mencium dan menjaga Vasilina. Begitu pun Vasilina. Ketika Aidan pergi, ia lantas memanggilnya 'Aidaaa'.

Di usia satu tahun lebih, Vasilina sudah mulai belajar berjalan dan juga terbiasa beraktivitas menggunakan kakinya. Dengan lihai, Vasilina bisa menyentuh mainan dengan kakinya, bergerak, menekan tombol, makan, bahkan menarik-narik kaos kakinya.

Sama seperti ibu lain, Elmira juga mengabadikan momen Vasilina sedang makan menggunakan kakinya. Dalam video berdurasi 18 detik yang diunggah di laman Facebook Elmira Knutzen, Vasilina terlihat berusaha menyuap makanan ke mulutnya menggunakan kaki kiri. Tapi gagal.

Pantang menyerah, bocah berambut pirang itu membenahi sejenak letak makanan di garpunya dengan bantuan kaki kanannya. Kemudian, ia memindahkan lagi garpunya ke kaki kiri dan hap! Vasilina berhasil menyuap makanan ke mulutnya.

"Untuk penggemar Visilina," tulis Elmira di keterangan video.

Sejak diunggah tanggal 12 Oktober lalu, video ini sudah dilihat lebih dari 54 juta kali dan dibagikan oleh lebih dari 1,2 juta pengguna. Lebihd ari 443 ribu orang pun memberikan love, like, dan sad.

"Bayi yang manis. Dia tidak perlu rasa kasihan, dia perlu dorongan untuk melakukannya dengan usaha sendiri dan jadi inspirasi untuk orang lain. Saya bangga padamu. Saya terus menonton video ini berulang kali dan saya tersennyum," tulis Rosita Lagonoy.

Sementara, pengguna Facebook lainnya kebanyakan kagum dan bangga dengan apa yang dilakukan Vasilina dan mereka pun mendoakan supaya si kecil Vasilina senantiasa diberkati.

Dalam keseharian, Elmira selalu berusaha menanamkan pada anak-anaknya yang lain bahwa adiknya normal, seperti orang lain. Baik Denis, Radik, maupun Aidan pun amat menyayangi adiknya. Saat ini, Vasilina juga sudah bisa berjalan beberapa langkah meski kadang masih terjatuh.

Foto: Facebook/ Elmira KnutsenFoto: Facebook/ Elmira Knutsen
Foto: Facebook/ Elmira Knutsen


Dua tahun sekali, keluarga mereka menyempakan diri pulang ke kampung halaman Chris di Amerika. Di sana, Elmira tak menemukan kendala ketika mengajak Vasilina keluar rumah. Sebab, kebanyakan orang tak terlalu memperhatikan kondisi bocah itu. Berbeda kondisinya ketika di Rusia saat Elmira mengajak Vasilina keluar.

Seperti dituturkan Elmira, pernah suatu hari ia mengajak Aidan dan Vasilina ke taman. Sementara Aidan bermain sepak bola, Vasilina bermain di pasir bersama Elmira. Menurut Elmira, Vasilina tampak bahagia ketika kakinya menyentuh pasir pertama kali.

"Kadang ada orang yang langsung menatap aneh pada Vasilina dan saya katakan,'Seperti yang terlihat. Dia hanya tidak punya tangan'," kata Elmira.

Di komunitas gerejanya, Elmira dan Chris juga sering berbagi dengan orang tua lainnya. Dengan begitu, ia selalu mendapat tambahan ilmu dan juga pengalaman terkait pengasuhan anak yang memudahkan mereka berdua.

Baca juga: Kisah Laura, Adopsi 4 Anak Sahabatnya yang Meninggal karena Kanker Otak

"Setiap ada anak yang bertanya mengapa ada anak yang lahir tanpa kaki atau tangan, saya hanya menjawab Tuhan memberi semua yang umat-Nya perlukan. Jelas bahwa kehadiran anggota tubuh bukan satu-satunya yang paling penting. Saya hanya ingin tanamkan pada anak bagaimanapun kondisinya, Tuhan pasti memberinya yang terbaik dan agar mereka juga bisa mencintai dirinya," papar Elmira.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, psikolog anak dari TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima, MPsi, Psikolog mengatakan pada anak normal atau dengan keterbatasan, orang tua bisa membangun kepercayaan diri anak dengan mengedepankan sisi positif anak. Hal-hal sepele seperti bisa minum sendiri bahkan hanya berani berdiri di depan umum, sudah bisa jadi sumber kepercayaan diri bagi anak.

"Saat anak melakukan hal itu, katakan bahwa dia hebat, beri dia apresiasi. Kunci agar anak tidak minder saat bergaul adalah orang tua selalu memberi tahu ke anak bagaimanapun kondisi dia, di luar sana anak tetap hebat. Gali potensi yang ada pada diri anak sehingga bisa membuktikan bahwa dia pun bisa berprestasi dan tampil di masyarakat," tutur Saskhya.

Memang, Saskhya tak menampik meski rasa percaya diri anak sudah timbul, pasti ada rasa tidak percaya diri ketika anak jadi bahan omongan teman lainnya. Atau, ketika kondisi anak dipertanyakan oleh temannya yang lain.

Jika seperti itu, Saskhya menyarankan agar orang tua mengatakan memang si anak memiliki kondisi yang berbeda dengan teman lainnya. Cukup katakan seperti itu pada anak dan tak perlu dibahas lebih panjang lagi. Setelah itu, jika anak masih sedih, ajak ia ngobrol dan tanyakan apa yang membuat anak sedih.

Baca juga: Bagaimana Orangtua Seharusnya Mengasuh Anak Adopsi?

Foto: Facebook/Elmira KnutsenFoto: Facebook/ Elmira Knutsen
Foto: Facebook/Elmira Knutsen


(rdn/up)
News Feed