ADVERTISEMENT

Senin, 17 Okt 2016 18:02 WIB

Makanan 'Asam' Disebut-sebut Bisa Bikin Darah Jadi Asam dan Picu Kanker

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Makanan yang bersifat asam atau acid food disebut-sebut harus dijauhi karena bisa membuat darah juga menjadi asam, sehingga memicu penyakit tertentu seperti kanker, hipertensi dan penyakit ginjal.

Demikian informasi yang beredar dalam pesan broadcast di media sosial baru-baru ini. Menanggapi hal ini, pakar gizi Jansen Ongko, MSc, RD, menjelaskan faktanya tidak selalu demikian.

"Terlalu banyak mengonsumsi acid food umumnya dipercaya dapat membuat pH tubuh menjadi asam pula, padahal tidaklah demikian. Untuk mengetahui kadar pH tubuh, banyak dilakukan dengan memantau nilai pH urine. Namun, yang perlu diketahui adalah nilai pH dalam tubuh bervariasi, beberapa bagian bersifat asam, dan yang lain dapat bersifat basa," terang Jansen kepada detikHealth.

Contohnya, pH lambung yang mengandung asam klorida memiliki nilai pH 2-3,5 alias sangat asam. Hal ini sangat diperlukan untuk membantu proses pemecahan makanan. Di sisi lain, darah manusia selalu sedikit basa, dengan pH 7,35-7,45.

Jansen menekankan, hal yang penting untuk dipahami adalah bahwa pH darah akan selalu stabil. Jika nilai pH darah berada di luar nilai normal, maka sel tubuh akan berhenti bekerja dan dapat menyebabkan kematian.

Baca juga: Beredar Broadcast Pentingnya Makanan 'Basa' Vs 'Asam', Ini Kata Pakar

Oleh karena itu, tubuh memiliki mekanisme efektif untuk mengatur keseimbangan pH dalam tubuh yang dikenal sebagai keseimbangan asam-basa. Sistem ini disebut juga mekanisme 'buffer system'.

"Keseimbangan asam-basa ini membuat pH darah tetap berada pada nilai normal. Makanan tidak dapat mengubah pH darah ini. Meskipun begitu, makanan dapat memengaruhi nilai pH urine. Hal ini merupakan salah satu cara tubuh mengatur pH darah, yaitu dengan mengeluarkan asam melalui urine," imbuh nutrisionis lulusan California State University, Los Angeles tersebut.

Ya, setelah mengonsumsi protein dalam jumlah besar, beberapa jam kemudian urine akan lebih asam karena tubuh memang mengeluarkannya. Ini supaya pH darah tetap normal.

Namun yang perlu diketahui, pH urine bukanlah indikator keseluruhan kesehatan tubuh, karena pH urine juga dipengaruhi oleh faktor lain selain diet dan pH urine tidak berpengaruh langsung terhadap pH darah.

"Sehingga anggapan bahwa acid food dapat menyebabkan penyakit kanker, ginjal, hipertensi, kolesterol tinggi tidaklah benar. Seseorang cenderung menderita penyakit ini dikarenakan proses pengolahan makanan yang kurang baik, karena mayoritas acid food merupakan makanan tinggi protein dan lemak, seperti daging, unggas, ikan, susu, dan lain-lain," pesan pemilik akun Instagram @jansen_ongko ini.

Baca juga: Mau Turun Berat Badan? Jangan Lupa Tetap Sarapan dan Pilih Menu Tepat (ajg/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT