Jakarta -
Bau mulut, hidung penuh upil, ketombean dan telinga 'congekan' merupakan contoh hal-hal menyebalkan yang bisa terjadi pada tubuh Anda. Selain tidak nyaman, hal-hal tersebut juga bisa mengurangi rasa percaya diri.
Sebagian besar masalah tersebut memang tidak mencirikan adanya penyakit. Bau mulut misalnya, bisa dicegah dengan rajin menyikat gigi dengan baik dan benar.
Namun pada beberapa kasus, hal-hal menyebalkan ini bisa terjadi terus menerus dan merupakan tanda munculnya masalah kesehatan. Nah, dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut 4 hal menyebalkan yang bisa saja merupakan masalah kesehatan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5 Tanda Penyakit yang Terabaikan, Termasuk Susah Berhitung5 Tanda Penyakit yang Terabaikan, Termasuk Susah Berhitung
https://health.detik.com/read/2016/04/04/142211/3179234/763/5-tanda-penyakit-yang-terabaikan-termasuk-susah-berhitung
1. Hidung penuh upil
Foto: Thinkstock
|
Hidung penuh upil bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelembapan, lingkungan serta udara yang kering bisa memicu ingus (mukosa) mengeras dan menjadi upil. Namun jika hidung banyak upil secara terus menerus, bisa jadi itu Anda mengalami Rhinitis ozaena.
Pernahkah mencium bau tidak sedap, sementara tidak ada seorang pun yang menciumnya selain kita? Kemungkinan bau tersebut berasal dari lubang hidung sendiri. Penyebabnya adalah rhinitis ozaena, sebuah infeksi kronis di lubang hidung.
Selain mengeluarkan bau tidak sedap, kondisi ini juga ditandai dengan peningkatan produksi upil. Akibatnya, pasien cenderung mengalami rasa tidak nyaman dan sulit bernapas.
2. Telinga 'congekan'
Foto: thinkstock
|
Kotoran telinga yang meleleh keluar sebenarnya bukan masalah kesehatan. Dengan tisu basah saja, kotoran bisa dibersihkan.
Namun melelehnya kotoran telinga yang berbau bisa terjadi karena infeksi yang terjadi akibat pecahnya gendang telinga. Infeksi telinga yang tak ditangani akan meningkat menjadi otitis media supuratif kronik (OMSK) dalam waktu dua sampai tiga bulan.
munculnya jaringan yang menghambat penutupan gendang telinga. Akibatnya, telinga akan mengeluarkan cairan atau nanah yang seringkali disebut 'congek' oleh masyarakat awam.
Cairan keluar terus menerus sehingga membuat telinga anak sering berair. Pada beberapa kasus, cairan ini juga bisa mengeras dan mengerin di dalam telinga, sehingga membuat anak mengalami gangguan pendengaran.
3. Ketombe di rambut
Foto: iStock
|
Ketombe di rambut bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari debu dan keringat yang menempel di rambut atau berlebihnya jamur malassezia. Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan rambut, munculnya ketombe memang bisa dihindari.
Jika ketombe tak hilang dengan produk kesehatan rambut biasa, itu tandanya Anda mengalami masalah serius. Salah satunya adalah infeksi jamur ringworm yang selain menyebabkan ketombe berlebih, dapat merusak kesehatan kulit kepala.
Selain jamur ringworm, jamur tinea juga dapat menyebabkan ketombe parah. Jamur tinea yang ada di kulit kepala disebut sebagai tinea kapitis. Tinea kapitis ini memicu adanya grey patch, yaitu adanya bercak abu-abu di kulit kepala. Bercak-bercak ini areanya lebih luas dan hanya di beberapa bagian kulit kepala saja.
4. Bau mulut
Foto: Thinkstock
|
Bau mulut bisa menyebalkan ketika Anda baru saja mengonsumsi makanan dengan bau menyengat seperti jengkol, petai atau durian. Namun bau mulut yang terjadi terus-menerus tanpa sebab yang jelas bisa menandakan adanya infeksi di gigi.
Gigi berlubang atau mati dapat membuat mulut menjadi bau. Hal itu dikarenakan ada bakteri yang berkembang menimbulkan gas H2S yang berbau khas.
Faktor selain infeksi gigi yang bisa memicu bau mulut adalah dehidrasi. Kondisi dehidrasi menghambat produksi air liur. Padahal, dengan sifat antibakterinya, air liur berperan menumpas bakteri di mulut.
Sehingga, tanpa air liur, bakteri bisa tumbuh subur di dalam mulut.
Hidung penuh upil bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelembapan, lingkungan serta udara yang kering bisa memicu ingus (mukosa) mengeras dan menjadi upil. Namun jika hidung banyak upil secara terus menerus, bisa jadi itu Anda mengalami Rhinitis ozaena.
Pernahkah mencium bau tidak sedap, sementara tidak ada seorang pun yang menciumnya selain kita? Kemungkinan bau tersebut berasal dari lubang hidung sendiri. Penyebabnya adalah rhinitis ozaena, sebuah infeksi kronis di lubang hidung.
Selain mengeluarkan bau tidak sedap, kondisi ini juga ditandai dengan peningkatan produksi upil. Akibatnya, pasien cenderung mengalami rasa tidak nyaman dan sulit bernapas.
Kotoran telinga yang meleleh keluar sebenarnya bukan masalah kesehatan. Dengan tisu basah saja, kotoran bisa dibersihkan.
Namun melelehnya kotoran telinga yang berbau bisa terjadi karena infeksi yang terjadi akibat pecahnya gendang telinga. Infeksi telinga yang tak ditangani akan meningkat menjadi otitis media supuratif kronik (OMSK) dalam waktu dua sampai tiga bulan.
munculnya jaringan yang menghambat penutupan gendang telinga. Akibatnya, telinga akan mengeluarkan cairan atau nanah yang seringkali disebut 'congek' oleh masyarakat awam.
Cairan keluar terus menerus sehingga membuat telinga anak sering berair. Pada beberapa kasus, cairan ini juga bisa mengeras dan mengerin di dalam telinga, sehingga membuat anak mengalami gangguan pendengaran.
Ketombe di rambut bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari debu dan keringat yang menempel di rambut atau berlebihnya jamur malassezia. Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan rambut, munculnya ketombe memang bisa dihindari.
Jika ketombe tak hilang dengan produk kesehatan rambut biasa, itu tandanya Anda mengalami masalah serius. Salah satunya adalah infeksi jamur ringworm yang selain menyebabkan ketombe berlebih, dapat merusak kesehatan kulit kepala.
Selain jamur ringworm, jamur tinea juga dapat menyebabkan ketombe parah. Jamur tinea yang ada di kulit kepala disebut sebagai tinea kapitis. Tinea kapitis ini memicu adanya grey patch, yaitu adanya bercak abu-abu di kulit kepala. Bercak-bercak ini areanya lebih luas dan hanya di beberapa bagian kulit kepala saja.
Bau mulut bisa menyebalkan ketika Anda baru saja mengonsumsi makanan dengan bau menyengat seperti jengkol, petai atau durian. Namun bau mulut yang terjadi terus-menerus tanpa sebab yang jelas bisa menandakan adanya infeksi di gigi.
Gigi berlubang atau mati dapat membuat mulut menjadi bau. Hal itu dikarenakan ada bakteri yang berkembang menimbulkan gas H2S yang berbau khas.
Faktor selain infeksi gigi yang bisa memicu bau mulut adalah dehidrasi. Kondisi dehidrasi menghambat produksi air liur. Padahal, dengan sifat antibakterinya, air liur berperan menumpas bakteri di mulut.
Sehingga, tanpa air liur, bakteri bisa tumbuh subur di dalam mulut.
(mrs/up)