Selasa, 25 Okt 2016 14:31 WIB

Terinfeksi Ebola Saat Merawat Pasien, Perawat Ini Tuntut Rumah Sakit

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Nina Pham perawat yang terinfeksi Ebola (Reuters)
Jakarta - Seorang perawat yang terinfeksi Ebola saat merawat pasien di Amerika Serikat menuntut rumah sakit yang mempekerjakannya. Meski tidak sampai di pengadilan, perawat tersebut tetap mendapat kompensasi dari rumah sakit.

Nina Pham merupakan perawat yang bekerja khusus untuk bangsal infeksi di Texas Health Presbyterian Hospital, Dallas, Amerika Serikat. Texas Health Presbyterian Hospital merupakan rumah sakit yang merawat Thomas Duncan, pasien Ebola pertama di Amerika Serikat pada tahun 2014 lalu.

Pham dan satu rekannya positif tertular Ebola dari Duncan. Setelah menjalani masa perawatan dan dinyatakan sembuh, Pham menjadi simbol perlawanan Amerika Serikat terhadap Ebola. Ia pun sempat diminta untuk bertemu dengan presiden Barack Obama.

Baca juga: Trauma Membekas, Ibu-ibu Hamil di Afrika Barat Hindari RS karena Takut Ebola

Tuntutan bermula setelah rekaman video percakapan Pham dengan seorang dokter diberikan ke media massa oleh pihak rumah sakit. Pham menyebut hal tersebut melanggar privasinya karena penyebaran video tersebut tidak diberitahukan kepadanya sebelumnya.

Selain itu, wanita keturunan Vietnam ini juga menyebut dirinya digunakan sebagai 'public relations icon' setelah rumah sakit menggunakan berbagai foto dan video dirinya untuk tujuan komersial. Rumah sakit juga menyebut Pham menjalani pengobatan dengan baik, padahal ia sempat berjuang melawan kematian saat proses penyembuhan.

Terakhir, Pham merasa dirugikan karena pihak rumah sakit tidak menyediakan sarana dan prasana medis yang memadai untuk menghindari risiko infeksi dari pasien. Menurutnya, kelalaian rumah sakitlah yang menyebabkan ia dan satu orang rekannya bisa terinfeksi Ebola.

"Aku mengalami kebotakan, nyeri hebat, insomnia hingga mimpi buruk meskipun sudah dinyatakan sembuh dari Ebola. Rumah sakit harus bertanggung jawab terhadap hal-hal ini," ungkap Pham dalam wawancara media beberapa waktu lalu.

Kasus ini sempat bergulir di pengadilan. Namun pihak Texas Health Presbyterian Hospital, Texas Health Resources dan Pham sudah melakukan pertemuan pribadi. Diputuskan kasus ini akhirnya diakhiri secara kekeluargaan dengan pihak rumah sakit memberikan sejumlah uang ganti rugi kepada Pham.

"Pihak Texas Health Presbyterian Hospital dan Nona Pham sudah mencapai kesepakatan untuk menarik kasus dari pengadilan. Harapan terbaik diberikan untuk kedua belah pihak," tutur pernyataan dari Texas Health Presbyterian Hospital, tanpa merinci lebih jauh apa saja kesepakatan yang sudah dicapai, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Beragam Gejala Baru yang Timbul Pada Survivor Ebola (mrs/up)