Jakarta -
Stres dalam batas yang wajar dikatakan ahli bukan sesuatu yang buruk karena dapat menjadi stimulus saat menghadapi masalah. Dengan stres kita bisa belajar dan tumbuh sebagai pribadi yang lebih kuat.
Tapi tentu tidak semua orang mampu memanfaatkan stres sehingga seringnya malah jadi masalah.
Hal apa yang bisa dilakukan untuk mengelola stres tersebut? Penulis buku 'The Upside of Stress: Why Stress Is Good for You and How to Get Good At It' Kelly McGonigal mengatakan ada empat caranya seperti dikutip dari CNN, Kamis (3/11/2016):
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dalam Batas Wajar, Stres Penting Lho untuk Kesehatan Jiwa
1. Buat kata kunci motivasi
Foto: thinkstock
|
Saat seseorang merasakan dirinya tak bisa mengendalikan stres, Kelly menyarankan agar coba mengubah cara pandang tersebut. Ucapkan sebuah kata kunci yang bisa jadi motivasi.
Sebuah studi pada tahun 2012 mengungkap bahwa ketika partisipan menganggap stres sebagai sesuatu yang buruk maka ketika dihadapkan pada situasi sulit hormon stres kortisolnya memang naik. Sementara itu bila partisipan menganggap stres sebagai tantangan yang harus dihadapi, otak melepas lebih banyak hormon stres dehydroepiandrosterone (DHEA) yang bisa membantu meredakan kecemasan.
Oleh sebab itu cara pandang jadi penting memengaruhi bagaimana hormon stres bereaksi di otak.
2. Fokus pada manfaat
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Memikirkan manfaat yang bisa diperoleh ketika berhasil menghadapi masalah dapat jadi salah satu cara seseorang mengendalikan dampak stres yang dirasakannya. Studi yang dilakukan oleh peneliti di Hope College menunjukkan setelah dua menit partisipan memikirkan manfaat positif dari sebuah pengalaman sulit, mereka bisa jadi lebih merasa memiliki kendali terhadap hidupnya dan bahagia.
Sebagai contoh ketika stres karena akan melakukan presentasi penting. Cukup ingat bahwa akan ada pengalaman yang bisa diambil dan jadi pelajaran apapun hasilnya.
"Kedepan Anda bisa menghadapi situasi hidup yang lebih sulit lagi karena sudah belajar dari pengalaman sebelumnya," kata Kelly.
3. Olahraga dan dengarkan lagu
Foto: Thinkstock
|
Ketika seseorang berolahraga maka tubuhnya akan memproduksi hormon bahagia endorfin yang bisa jadi lawan hormon stres kortisol ketika sudah sulit untuk dikendalikan. Bila ingin lebih tambahkan juga lagu pembangkit semangat yang enak didengar.
"Pada saat Anda merasa kewalahan dengan stres, putar salah satu lagu tersebut. Riset membuktikkan bahwa musik dapat menggeser fisiologi respons stres Anda dan meningkatkan kepercayaan diri," kata Kelly.
4. Ingat stres = makna
Foto: Dok. Thinkstock
|
Meski stres mungkin tidak mengenakkan dan menakutkan untuk sebagian orang, selalu ingat bahwa ada makna di baliknya. Orang yang merasa hidupnya penuh makna bisa jadi karena ia telah menghadapi beragam situasi sulit.
Kelly mengatakan daripada selalu menghindari stres dalam hidup, lebih baik hadapi dan gunakan untuk keuntungan diri sendiri.
Saat seseorang merasakan dirinya tak bisa mengendalikan stres, Kelly menyarankan agar coba mengubah cara pandang tersebut. Ucapkan sebuah kata kunci yang bisa jadi motivasi.
Sebuah studi pada tahun 2012 mengungkap bahwa ketika partisipan menganggap stres sebagai sesuatu yang buruk maka ketika dihadapkan pada situasi sulit hormon stres kortisolnya memang naik. Sementara itu bila partisipan menganggap stres sebagai tantangan yang harus dihadapi, otak melepas lebih banyak hormon stres dehydroepiandrosterone (DHEA) yang bisa membantu meredakan kecemasan.
Oleh sebab itu cara pandang jadi penting memengaruhi bagaimana hormon stres bereaksi di otak.
Memikirkan manfaat yang bisa diperoleh ketika berhasil menghadapi masalah dapat jadi salah satu cara seseorang mengendalikan dampak stres yang dirasakannya. Studi yang dilakukan oleh peneliti di Hope College menunjukkan setelah dua menit partisipan memikirkan manfaat positif dari sebuah pengalaman sulit, mereka bisa jadi lebih merasa memiliki kendali terhadap hidupnya dan bahagia.
Sebagai contoh ketika stres karena akan melakukan presentasi penting. Cukup ingat bahwa akan ada pengalaman yang bisa diambil dan jadi pelajaran apapun hasilnya.
"Kedepan Anda bisa menghadapi situasi hidup yang lebih sulit lagi karena sudah belajar dari pengalaman sebelumnya," kata Kelly.
Ketika seseorang berolahraga maka tubuhnya akan memproduksi hormon bahagia endorfin yang bisa jadi lawan hormon stres kortisol ketika sudah sulit untuk dikendalikan. Bila ingin lebih tambahkan juga lagu pembangkit semangat yang enak didengar.
"Pada saat Anda merasa kewalahan dengan stres, putar salah satu lagu tersebut. Riset membuktikkan bahwa musik dapat menggeser fisiologi respons stres Anda dan meningkatkan kepercayaan diri," kata Kelly.
Meski stres mungkin tidak mengenakkan dan menakutkan untuk sebagian orang, selalu ingat bahwa ada makna di baliknya. Orang yang merasa hidupnya penuh makna bisa jadi karena ia telah menghadapi beragam situasi sulit.
Kelly mengatakan daripada selalu menghindari stres dalam hidup, lebih baik hadapi dan gunakan untuk keuntungan diri sendiri.
(fds/up)