Senin, 07 Nov 2016 11:30 WIB

Kolom Dokter

Tidak Semua Gigi Berlubang yang Sakit Bisa Langsung Ditambal

drg Harry Ardiyanto, Sp.KG - detikHealth
Foto: dok. pribadi
Jakarta - Sakit gigi, mendengarnya saja tentu sudah membuat kita mengernyitkan dahi karena tidak enak atau bahkan takut. Namun demikian, akan lebih baik jika kita mengetahui lebih dalam mengenai sakit gigi dan apa yang kita akan hadapi bila sakit gigi terjadi.

Pertama-tama yang perlu kita ketahui janganlah langsung berasumsi bahwa sakit gigi hanya dapat diobati dengan mencabut gigi tersebut. Karena jika kita menilik dari penyebabnya, tidak selalu semua sakit gigi juga berasal dari masalah gigi tersebut.

Persepsi sakit pada gigi dapat terjadi karena gigitan yang tidak baik, infeksi pada jaringan gusi, atau hipersensivitas pori-pori gigi. Maka sangat dianjurkan kedokter gigi untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi untuk perawatan yang tepat.

Sakit gigi yang memang berasal dari gigi itu sendiri biasanya terjadi karena tiga hal, sensitivitas gigi, pecahnya struktur gigi (seperti fraktur akar gigi) dan infeksi gigi karena karies. Sakit gigi paling sering dijumpai kebanyakan orang adalah infeksi gigi karena karies gigi.

Apakah itu karies gigi? Awal mula terjadinya karies dimulai dari penumpukan sisa makanan (plak) pada bagian gigi tertentu. Plak merupakan sumber makanan bagi kuman dan mikroorganisme, yang akan menyebabkan mereka berkembang biak dan melepaskan produk toksinnya.

Tidak Semua Gigi Berlubang yang Sakit Bisa Langsung DitambalFoto: dok. pribadi
Lapisan gigi kita yang terpapar toksin ini lama kelamaan akan makin terkikis. Proses pengikisan yang terus menerus sampai menghancurkan struktur gigi kita membentuk lubang gigi. Inilah yang disebut dengan karies.

Saat proses karies masih terjadi pada gigi kita saja, sering kali kita belum menyadarinya karena memang pada beberapa orang belum menimbulkan rasa sakit. Namun apabila proses karies tersebut telah menembus email dan dentin gigi, mencapai saraf gigi (pulpa), barulah penderita sakit gigi mulai mengeluhkan sakit gigi yang sangat hebat. Dari sakit yang berdenyut pada gigi, kadang dapat menjalar sampai ke kepala sehingga beberapa orang sampai tidak dapat makan maupun tidur.

Gigi yang telah berlubang sampai ke saraf gigi tentunya tidak bisa diobati dengan hanya dilakukan penambalan biasa. Hal itu dikarenakan sistem saraf gigi ini telah terinfeksi sampai ke bagian akarnya.

Dokter gigi yang baik umumnya akan menganjurkan untuk mempertahankan gigi itu terlebih dahulu yaitu dengan perawatan saluran akar gigi (root canal treatment). Perawatan ini akan lebih meningkatkan kualitas hidup pasien, karena masih dapat menggunakan gigi aslinya untuk makan dibandingkan menggunakan gigi palsu apabila giginya yang sakit tersebut dicabut.

Perawatan saluran akar gigi atau yang biasa disingkat PSA merupakan pembersihan saluran akar gigi dari jaringan saraf gigi yang telah terinfeksi kuman dan dilakukan penambalan saluran akar gigi dengan bahan tambalan khusus. Pasien yang kurang informasi biasanya akan meminta sesegera mungkin agar giginya tidak sakit dan ditambal.

Perlu diketahui bahwa gigi yang infeksi apabila langsung ditambal begitu saja, justru akan menciptakan bencana di kemudian hari. Proses infeksi oleh kuman yang terjadi di dalam gigi akan meluas ke jaringan penyangga gigi yakni tulang rahang gigi, karena ditutupnya jalan keluar kuman oleh tambalan tersebut.

Infeksi yang meluas itu selain akan memperburuk prognosis gigi tersebut, tentunya juga akan menyebabkan pasien mengalami sakit gigi yang lebih parah. Maka penting untuk melakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu. Perawatan ini tidak semata-mata untuk membuat gigi tidak sakit saja, namun mengobati infeksi yang telah terjadi di dalam saluran akar gigi yang sangat kecil dan kompleks.

Maka jangan heran jika perawatan ini bisa mencapai dua sampai tiga kali kunjungan ke dokter gigi.Namun harus diingat bahwa tidak semua sakit gigi pasti dapat dirawat dengan metode ini.

Ada beberapa hal seperti adanya fraktur akar gigi maupun kontra indikasi lain yang membuat prognosis perawatan ini tidak baik. Seperti telah disebutkan di atas, tidak tepat juga kiranya perawatan saluran akar gigi ini dilakukan apabila memang sakit giginya ternyata bukan disebabkan dari infeksi gigi yang telah mencapai pulpa.

Maka dari itu penting bagi pasien yang sakit gigi untuk berkonsultasi dengan dokter gigi setempat jika memungkinkan ke spesialis konservasi gigi. Karena spesialis konservasi gigi ini pasti memiliki kompetensi melakukan perawatan saluran akar gigi. Selalu jaga kesehatan gigi dengan mensikat gigi sebelum tidur malam dan sesudah makan pagi serta memeriksakan kondisi gigi dan mulut kedokter gigi 6 bulan sekali.

*) drg Harry Ardiyanto, Sp.KG adalah dokter gigi spesialis konservasi gigi di klinik gigi HHIC (Hendra Hidayat Implant Center). (www.hendrahidayat.com) (vit/vit)