Selasa, 08 Nov 2016 16:14 WIB

Si Cantik Kendall Jenner Ternyata Sering 'Tindihan'

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Dok. Gettyimages
Jakarta - Kendall Jenner ternyata diserang gangguan tidur yang tak biasa. Ia meyakini dirinya terserang sleep paralysis.

Hal ini terungkap dalam tayangan terbaru reality show keluarganya 'Keeping Up With The Kardashians'. Kendall mengaku kepada sang ibu, Kris bahwa dirinya selalu ketakutan tiap kali berangkat tidur.

Ini karena ia yakin jika gadis berusia 21 tahun itu mengidap sleep paralysis. Sesuai dengan namanya, terjadi kelumpuhan mendadak pada penderita, terutama ketika baru bangun dari tidur. Namun pikiran mereka benar-benar sadar, hanya saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

"Saya ketakutan karena baru-baru ini terbangun di tengah malam tetapi tak bisa bergerak sama sekali," kata Kendall.

Penasaran, Kendall pun mencari tahu tentang apa yang terjadi kepadanya dan menemukan istilah sleep paralysis untuk kondisinya. "Ini benar-benar menakutkan, Anda seperti takkan bisa keluar dari kondisi itu," imbuhnya seperti dikutip dari Livescience.

Dicurhati seperti itu, Kris menduga itu hanya karena Kendall seringkali memperlihatkan 'kecemasan luar biasa saat bepergian'. Padahal sebagai seorang model dengan jadwal show yang tinggi, ia sering terbang dari satu kota ke kota lain hampir setiap hari.

Namun Kendall tak puas dengan jawaban itu, bahkan cenderung frustrasi. "Bukan itu, saya sudah capek berdebat dengan orang-orang yang mengatakan saya baik-baik saja. Tetapi saya tidak merasakannya," jawabnya.

Baca juga: Dokter Saraf: Ketindihan Bukan Ditarik Setan, Apalagi Santet

Dijelaskan ahli tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep paralysis atau yang lebih dikenal sebagai 'ketindihan' oleh masyarakat Indonesia sebenarnya terjadi karena kacaunya perpindahan tingkatan tidur yang seharusnya berlangsung secara perlahan.

Tidur melalui beberapa tahapan, yang seharusnya dimulai dari tahapan tidur ringan, masuk ke sedang, kemudian masuk ke tahapan mimpi, tidur dalam, balik lagi ke mimpi. Akan tetapi pada orang-orang yang kurang tidur, atau diistilahkan dr Andreas sebagai 'orang yang memiliki hutang tidur' begitu banyak dan kelelahan, maka ini bisa menyebabkan salah satu tahapan menjadi terlewat.

"Kalau langsung lompat masuk ke tahap mimpi, itu kita masih setengah sadar setengah mimpi, jadinya apa? Ada halusinasi lah kita lihat yang seram-seram," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Lantas mengapa orang dengan sleep paralysis tak bisa bergerak? Menurut dr Ade, ini karena ketika tidur, tubuh memang dibikin lumpuh. Itulah sebabnya saat bermimpi seseorang tidak ikut bergerak seperti halnya dalam mimpi.

Baca juga: Ketika Tiba-tiba Merasa 'Jatuh' Saat Tidur, Apa yang Terjadi?

Untuk sleep paralysis sendiri, tidak ada pengobatan yang spesifik. Bilamana yang bersangkutan hanya sesekali mengalaminya, maka solusinya adalah memperbaiki pola tidurnya, di samping menghindari alkohol, narkoba dan kafein sebelum tidur. Tak terkecuali menjauhkan barang elektronik dari tempat tidur.

"Sebaliknya, bagi yang sering mengalaminya, ada kemungkinan ini adalah indikator gangguan kesehatan lain, semisal narkolepsi," ungkap Dr Shelby Harris, direktur Sleep-Wake Disorders Center, Montefiore Health System, New York City.

Bagi mereka yang mengalami ketindihan, Dr Shelby berpesan untuk tetap tenang karena ini akan sembuh dengan sendirinya, meski diakuinya siapapun akan ketakutan bila pernah mengalaminya langsung. (lll/vit)