5 Hal yang Bisa Jadi Pemicu Sering Buang Angin

5 Hal yang Bisa Jadi Pemicu Sering Buang Angin

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 28 Nov 2016 09:36 WIB
5 Hal yang Bisa Jadi Pemicu Sering Buang Angin
Foto: thinkstock
Jakarta - Buang angin atau kentut adalah gas yang terbentuk di dalam usus dan kemudian keluar lewat anus. Bagi beberapa orang kentut ini bisa jadi sesuatu yang merepotkan terutama bila sering keluar di saat yang tidak tepat.

Namun perlu diketahui ada beberapa hal yang bisa memengaruhi pembentukan gas tersebut. Kebanyakan berhubungan dengan apa yang dikonsumsi.

Oleh sebab itu bila Anda termasuk orang yang ingin menghindari kentut berlebih, dikutip dari berbagai sumber sebaiknya perhatikan juga hal-hal berikut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Duuut! Kentut Juga Bisa Jadi Petunjuk Masalah Pencernaan Lho

1. Minum soda

Foto: Getty Images
Mengonsumsi minuman berkarbonasi terlebih lagi sambil menggunakan sedotan dapat membuat banyak gas masuk ke dalam perut sehingga terasa kembung. Ahli gastroenterologi Lisa Ganjhu dari NYU Langone Medical Center mengatakan ini bisa mendorong seseorang jadi lebih sering kentut hingga 50 persen.

Untuk meminimalkannya disarankan agar orang tersebut bersendawa sehingga gas bisa lebih banyak keluar.

2. Terlalu banyak makanan manis

Foto: Getty Images
Makanan yang mengandung banyak pemanis buatan seperti contohnya sorbitol atau zylitol sulit dicerna tubuh. Pada akhirnya makanan akan difermentasi oleh bakteri sehingga menghasilkan banyak gas.

Lisa mengatakan bagi orang yang memiliki kondisi kekurangan enzim pencernaan tertentu, gula alami seperti fruktosa juga bisa menimbulkan efek yang sama.

3. Konsumsi sayur

Foto: Getty Images
Beberapa sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan kubis mengandung sulfur lebih tinggi sehingga bisa menghasilkan gas kentut yang lebih bau. Selain itu sayuran secara umum juga memiliki banyak serat yang dapat meningkatkan aktivitas usus karena sulit dicerna.

Semakin tinggi aktivitas usus maka akan semakin banyak gas yang dihasilkan dan membuat perut terasa kembung.

4. Konsumsi produk susu

Foto: LIvestrong/GettyImages
Pada orang yang memiliki intoleransi terhadap susu, tubuhnya tidak memproduksi enzim yang dapat memecah gula dalam susu. Sementara itu bakteri perut menyukai gula susu ini dan akan menghasilkan sejumlah besar gas membuat perut tak nyaman.

Menariknya seseorang yang dulu mungkin tidak memiliki masalah bisa saja seiring berjalannya waktu jadi alami intoleransi susu. Lisa mengatakan kemampuan tubuh untuk menghasilkan enzim pencerna susu tersebut bisa berkurang seiring usia.

5. Makan terlalu cepat

Foto: ilustrasi/thinkstock
Ketika seseorang makan terlalu cepat, mulut akan lebih sering menelan gas dari luar yang kemudian menumpuk di dalam perut. Itu lah alasan mengapa biasanya orang yang makan terburu-buru mudah sendawa.

Nah gas yang tidak keluar saat sendawa akan terus terbawa ke saluran usus dan akhirnya menjadi kentut.
Halaman 2 dari 6
Mengonsumsi minuman berkarbonasi terlebih lagi sambil menggunakan sedotan dapat membuat banyak gas masuk ke dalam perut sehingga terasa kembung. Ahli gastroenterologi Lisa Ganjhu dari NYU Langone Medical Center mengatakan ini bisa mendorong seseorang jadi lebih sering kentut hingga 50 persen.

Untuk meminimalkannya disarankan agar orang tersebut bersendawa sehingga gas bisa lebih banyak keluar.

Makanan yang mengandung banyak pemanis buatan seperti contohnya sorbitol atau zylitol sulit dicerna tubuh. Pada akhirnya makanan akan difermentasi oleh bakteri sehingga menghasilkan banyak gas.

Lisa mengatakan bagi orang yang memiliki kondisi kekurangan enzim pencernaan tertentu, gula alami seperti fruktosa juga bisa menimbulkan efek yang sama.

Beberapa sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan kubis mengandung sulfur lebih tinggi sehingga bisa menghasilkan gas kentut yang lebih bau. Selain itu sayuran secara umum juga memiliki banyak serat yang dapat meningkatkan aktivitas usus karena sulit dicerna.

Semakin tinggi aktivitas usus maka akan semakin banyak gas yang dihasilkan dan membuat perut terasa kembung.

Pada orang yang memiliki intoleransi terhadap susu, tubuhnya tidak memproduksi enzim yang dapat memecah gula dalam susu. Sementara itu bakteri perut menyukai gula susu ini dan akan menghasilkan sejumlah besar gas membuat perut tak nyaman.

Menariknya seseorang yang dulu mungkin tidak memiliki masalah bisa saja seiring berjalannya waktu jadi alami intoleransi susu. Lisa mengatakan kemampuan tubuh untuk menghasilkan enzim pencerna susu tersebut bisa berkurang seiring usia.

Ketika seseorang makan terlalu cepat, mulut akan lebih sering menelan gas dari luar yang kemudian menumpuk di dalam perut. Itu lah alasan mengapa biasanya orang yang makan terburu-buru mudah sendawa.

Nah gas yang tidak keluar saat sendawa akan terus terbawa ke saluran usus dan akhirnya menjadi kentut.

(fds/vit)

Berita Terkait