Rabu, 07 Des 2016 12:59 WIB

Coba Lihat-lihat Saat Naik TransJ Ya, Kamu Bisa Lebih Tahu tentang TB di Sana

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Radian Nyi S
Jakarta - Edukasi penting untuk mencegah terjadinya penyakit, termasuk tuberkulosis (TB). Nah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama TransJakarta dan sektor lain melakukan edukasi TB untuk masyarakat dengan memanfaatkan transportasi umum.

Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono mengatakan transportasi di Jakarta dulunya tidak memiliki materi kesehatan. Sekarang, transportasi umum dipersilakan memberi edukasi soal TB misalnya lewat video edukasi atau stiker. Dengan begitu, Soni berharap kesadaran masyarakat atas penyakit TB bisa meningkat.

"Karena orang biasanya sesak-sesakan di transportasi umum, dia batuk, nggak pakai masker, cepat sekali penyebaran (penyakitnya) kan. Minimal dengan ada edukasi itu, orang bisa sadar kalau dia kena TB mbok ya minimum kalau di tempat publik pakai masker. Ini semua kan bentuk pembelajaran," papar Soni di gedung Balaikota, Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Coba Lihat-lihat Saat Naik TransJ Ya, Kamu Bisa Lebih Tahu tentang TB di SanaFoto: Radian Nyi S
Ia menambahkan, orang awam bisa berpikir bahwa area transportasi merupakan tempat terjadinya penularan TB yang amat mudah. Ketika banyak penumpang transportasi umum berdesakan dan tak pakai masker, maka bakteri TB mudah menular. Karena itu, menurut Soni masker bisa jadi sebuah solusi.

Baca juga: Informasi Penyakit TB Bisa Didapat di Bus Lho

"Dengan program ini juga masyarakat minimal sadar bahaya penyakit TB dan melaporkan kalau ada anggota yang kena TB karena biasanya malu melaporkan ada yang sakit TB. Dengan edukasi ini bisa dilakukan antisipasi dini untuk cegah TB," tutur Soni.

Hadir dalam kesempatan sama, Kepala Dinkes DKI Jakarta dr Koesmedi Priharto SpOT menyebutkan di Jakarta, pada tahun 2016 sampai triwulan ketiga, terduga Tuberkulosis (TB) sebanyak 49.791 orang dan 17.145 di antaranya terkonfirmasi TB.

Untuk itu, Koesmedi menekankan pentingnya kerja keras berbagai pihak dalam program pengendalian TB ini. Termasuk untuk Puskesmas diminta bisa memperkuat dan mempermudah pelayanan TB kepada masyarakat. Evaluasi pelaksanaan program pengendalian TB pun diperlukan.

Sementara, Dirut Transjakarta Budi Kaliwono menyebut saat ini dengan 1.300 armada bus, dalam sehari sekitar 440 ribu orang dilayani. Menurut Budi, program ini amat berguna dan bermanfaat untuk pelanggan. Budi pun memastikan bahwa bus TransJakarta bisa digunakan seoptimal mungkin untuk melakukan edukasi TB.

"Termasuk kita sediakan 1 bus gandeng yang semuanya bisa dibungkus stiker stop TB," ujarnya.

Baca juga: Puskesmas-puskesmas Keren di Jakarta: Punya Poli Jiwa dan TB Kebal Obat (rdn/vit)