Trik yang Dipakai Para Ahli untuk Redakan Stres, Mau Coba? (1)

Trik yang Dipakai Para Ahli untuk Redakan Stres, Mau Coba? (1)

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 08 Des 2016 15:02 WIB
Trik yang Dipakai Para Ahli untuk Redakan Stres, Mau Coba? (1)
Foto: thinkstock
Jakarta - Stres bisa dialami siapapun. Masing-masing orang juga memiliki trik tersendiri yang dinilai ampuh meredakan stres yang dialami.

Nah, bagi Anda yang sedang stres, tak ada salahnya mencoba trik yang kerap dilakukan oleh para ahli berikut ini. Yuk simak!

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Begini Dampak Stres pada Kesehatan Seksual

1. Hindari multitasking

Foto: thinkstock
Kewalahan dengan banyak hal yang mesti dilakukan membuat tingat kecemasan dan sulit fokus bertambah. Akibatnya, Anda jadi tidak produktif dan justru merasa cemas serta stres, demikian disampaikan Jeffrey S. Nevid, PhD, penulis 'Psychology and the Challenges of Life'.

"Dalam situasi seperti itu, tanyakan pada diri Anda apa satu hal yang mesti dilakukan sekarang. Dengan fokus mengerjakan satu hal lebih dulu, Anda bisa merasa lebih berhasil, tidak terlalu stres dan cemas, serta mampu menyelesaikan pekerjaan berikutnya dengan pikiran yang lebih baik," tutur Nevid kepada Prevention.

2. Ngobrol sesuatu yang lucu dengan rekan kerja

Foto: thinkstock
Terapis di The Psych Group, LLC, Alexandria, Virginia, Cherise White, MS, MSW, LSW punya trik untuk meredakan stres yakni berbagi tawa dengan rekannya. Menurut White, studi sudah menunjukkan sejumlah efek fisiologis tertawa. Di antaranya menurunnya kadar hormon stres dan meningkatnya kadar dopamin serta bahan kimia otak lain yang berkaitan dengan perasaan bahagia.

Selain membicarakan lelucon, White mengatakan Anda juga bisa jujur dan menertawakan diri sendiri. Dengan begitu, menurutnya apa yang dialami sehari-hari bisa lebih ringan dan Anda pun dapat melihat sesuatu dari perspektif lain.

3. Mewarnai

Ilustrasi mewarnai/ Foto: Rachman Haryanto
Pekerja sosial bersertifikat di Harrisburg Hospital, Jessica Flanagan, LSW sering menggunakan buku mewarnai dewasa sebagai cara sederhana meredakan stres sebelum tidur. Menurut Flanagan, mewarnai desain rumit dan gambar yang indah mampu membuatnya lebih santai dan sejenak mengalihkan pikirannya.

"Bahkan penelitian mengatakan hobi sederhana ini punya manfaat terapeutik. Terapi seni termasuk mewarnai bisa membantu meredakan depresi, kecemasan, dan PTSD," kata Flanagan.

4. Lakukan hobi

ilustrasi fotografi (Foto: Enche Tjin/Info Fotografi)
"Saya bersantai dengan melakukan hobi saya, bersepeda dan fotografi. Lagipula, bukan rahasia lagi bahwa aktivitas fisik menjadi pereda stres yang baik," tutur psikoterapis Charles B Strozier, PhD.

Untuk itu, Strozier menyarankan Anda tak segan menyisihkan waktu melakukan hobi atau kegiatan yang disenangi sebagai upaya meredakan stres.

5. Hargai hal kecil di hidup Anda

Foto: Thinkstock
Psikolog klinis Chelsea Hersperger, PsyD mengatakan sebelum ia berangkat kerja ke The Anxiety and Agoraphobia Treatment Center di luar Philadelphia, ia meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri. Kemudian, ia bersyukur atas kebahagiaan yang dia alami meski kecil sekalipun.

"Saya bisa mengambil sedikit waktu untuk fokus pada kebahagaiaan yang saya dapat, sekecil apapun kebahagaiaan itu. Kadang saya melakukannya sambil menyesap kopi saya. Dengan bersyukur, kita tak akan mudah stres atau cemas," kata Hersperger.

Halaman 2 dari 6
Kewalahan dengan banyak hal yang mesti dilakukan membuat tingat kecemasan dan sulit fokus bertambah. Akibatnya, Anda jadi tidak produktif dan justru merasa cemas serta stres, demikian disampaikan Jeffrey S. Nevid, PhD, penulis 'Psychology and the Challenges of Life'.

"Dalam situasi seperti itu, tanyakan pada diri Anda apa satu hal yang mesti dilakukan sekarang. Dengan fokus mengerjakan satu hal lebih dulu, Anda bisa merasa lebih berhasil, tidak terlalu stres dan cemas, serta mampu menyelesaikan pekerjaan berikutnya dengan pikiran yang lebih baik," tutur Nevid kepada Prevention.

Terapis di The Psych Group, LLC, Alexandria, Virginia, Cherise White, MS, MSW, LSW punya trik untuk meredakan stres yakni berbagi tawa dengan rekannya. Menurut White, studi sudah menunjukkan sejumlah efek fisiologis tertawa. Di antaranya menurunnya kadar hormon stres dan meningkatnya kadar dopamin serta bahan kimia otak lain yang berkaitan dengan perasaan bahagia.

Selain membicarakan lelucon, White mengatakan Anda juga bisa jujur dan menertawakan diri sendiri. Dengan begitu, menurutnya apa yang dialami sehari-hari bisa lebih ringan dan Anda pun dapat melihat sesuatu dari perspektif lain.

Pekerja sosial bersertifikat di Harrisburg Hospital, Jessica Flanagan, LSW sering menggunakan buku mewarnai dewasa sebagai cara sederhana meredakan stres sebelum tidur. Menurut Flanagan, mewarnai desain rumit dan gambar yang indah mampu membuatnya lebih santai dan sejenak mengalihkan pikirannya.

"Bahkan penelitian mengatakan hobi sederhana ini punya manfaat terapeutik. Terapi seni termasuk mewarnai bisa membantu meredakan depresi, kecemasan, dan PTSD," kata Flanagan.

"Saya bersantai dengan melakukan hobi saya, bersepeda dan fotografi. Lagipula, bukan rahasia lagi bahwa aktivitas fisik menjadi pereda stres yang baik," tutur psikoterapis Charles B Strozier, PhD.

Untuk itu, Strozier menyarankan Anda tak segan menyisihkan waktu melakukan hobi atau kegiatan yang disenangi sebagai upaya meredakan stres.

Psikolog klinis Chelsea Hersperger, PsyD mengatakan sebelum ia berangkat kerja ke The Anxiety and Agoraphobia Treatment Center di luar Philadelphia, ia meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri. Kemudian, ia bersyukur atas kebahagiaan yang dia alami meski kecil sekalipun.

"Saya bisa mengambil sedikit waktu untuk fokus pada kebahagaiaan yang saya dapat, sekecil apapun kebahagaiaan itu. Kadang saya melakukannya sambil menyesap kopi saya. Dengan bersyukur, kita tak akan mudah stres atau cemas," kata Hersperger.

(rdn/vit)

Berita Terkait