Long Weekend di Depan Mata, Ini Manfaat yang Bisa Anda Dapatkan

Long Weekend di Depan Mata, Ini Manfaat yang Bisa Anda Dapatkan

Nurvita Indarini - detikHealth
Jumat, 09 Des 2016 20:09 WIB
Long Weekend di Depan Mata, Ini Manfaat yang Bisa Anda Dapatkan
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Long weekend di depan mata. Sudah punya rencana apa nih untuk dilakukan di libur tiga hari ini? Jika dijalani dengan benar, Anda bakalan lebih sehat lho.

Dikutip dari berbagai sumber, long weekend bisa membuat Anda lebih sehat karena sejumlah alasan. Yuk simak paparannya berikut ini:

1. Mengisi Emosi Positif

Foto: Thinkstock
Punya 3 hari libur berturut-turut bisa menjadi waktu untuk mengisi emosi positif. Begitu dikatakan pakar karir dari The Workplace Therapist, Brandon Smith.

Kata beberapa orang, melakukan pekerjaan yang disukai itu sama seperti tidak bekerja. Meski menyenangkan, namun pada saat tertentu ada hal yang bisa membuat seseorang tertekan. Misalnya ketika ada target yang belum dicapai dan hal-hal lainnya.

Karena itu, di long weekend ini ada baiknya memberi waktu sejenak pada tubuh, emosi, dan pikiran untuk rehat. Nah, waktu ideal untuk me-refresh tubuh setelah lelah bekerja, setidaknya butuh 24-36 jam untuk bisa merasakan manfaatnya. Tapi dengan catatan, selama libur itu Anda sama sekali tak menyentuh pekerjaan.

Selama itu, lakukan hal-hal yang membuat Anda senang misalnya pergi dengan teman, menonton film favorit, olahraga, tidur, dan dapatkan lebih banyak sinar matahari.

2. Bakal Lebih Cukup Tidur

Foto: Getty Images
Sehari-hari sudahkah Anda memiliki waktu tidur yang cukup? Bisa jadi tidak, bila Anda menghabiskan 10 jam di kantor dan sekitar empat jam di perjalanan. Belum lagi jika Anda masih membawa pulang pekerjaan plus mengerjakan pekerjaan rumah yang belum beres.

Jadi di long weekend ini, manfaatkan waktu dengan baik agar Anda bisa cukup mendapatkan waktu tidur. Bila mendapatkan tidur yang cukup, Anda akan bangun dalam keadaan segar .

Dalam paper yang dipublikasikan tahun 2009 di jurnal Sleep, peneliti mengatakan jam kerja yang panjang akan membuat waktu bersantai makin sedikit. Nah, mereka yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu umumnya lebih memiliki masalah dengan tidur dibandingkan orang-orang yang bekerja 40 jam seminggu.

"Relaksasi telah diakui sebagai prasayarat penting dalam mencegah insomnia," tulis peneliti di jurnal.

Peneliti menambahkan mereka yang bekerja dengan jam kerja panjang butuh waktu yang lebih lama untuk mengembalikan energinya dibanding pekerja dengan jam kerja normal.

3. Menghindari Salah Baca Emosi

Foto: thinkstock
Jika Anda bekerja tanpa mengenal jam dan hari, misalnya di akhir pekan pun masih harus terus bekerja, membuat energi Anda sangat terkuras. Bisa jadi ini membuat Anda jadi mudah marah, tidak konsentrasi dan mudah lelah.

Orang yang terlalu lelah, kurang tidur, dan energinya terkuras lebih cenderung salah membaca emosi orang lain. Ketika sudah terlalu lelah, bawaannya negatif terus. Hal inilah yang kadang bikin seseorang salah tafsir dari ucapan atau ekspresi orang lainnya.

Untuk itu nasihat ini tepat sekali: jika lelah istirahatlah, namun jika malas lawanlah.

4. Jadi Lebih Produktif Setelahnya

Foto: Agung Pambudhy
Long weekend tanpa urusan pekerjaan bisa menjadi jeda yang signifikan. Melepas penat yang selama ini membebat, melepas jenuh jika pekerjaan yang dilakukan dirasa itu-itu saja, juga melepas tekanan kerja.

Tiga hari libur menjadikan waktu bekerja lebih pendek, dan ternyata hal itu bisa membuat seseorang jadi lebih produktif. Ini berdasar eksperimen di perusahaan konsultan di Boston. Jadi karyawan diberikan satu hari libur di tengah pekan, di mana mereka benar-benar tidak memikirkan pekerjaan. Setelah hal ini dilakukan selama lima bulan, para klien melaporkan adanya peningkatan pelayanan.

Meski long weekend tidak sering-sering terjadi, bagi Anda yang mendapatkannya manfaatkanlah sebaik-baiknya. Agar Selasa pagi mendatang bisa bangun pagi dengan keadaan super fresh, lebih bersemangat dan produktif dalam bekerja.

Selamat berakhir pekan panjang!
Halaman 2 dari 5
Punya 3 hari libur berturut-turut bisa menjadi waktu untuk mengisi emosi positif. Begitu dikatakan pakar karir dari The Workplace Therapist, Brandon Smith.

Kata beberapa orang, melakukan pekerjaan yang disukai itu sama seperti tidak bekerja. Meski menyenangkan, namun pada saat tertentu ada hal yang bisa membuat seseorang tertekan. Misalnya ketika ada target yang belum dicapai dan hal-hal lainnya.

Karena itu, di long weekend ini ada baiknya memberi waktu sejenak pada tubuh, emosi, dan pikiran untuk rehat. Nah, waktu ideal untuk me-refresh tubuh setelah lelah bekerja, setidaknya butuh 24-36 jam untuk bisa merasakan manfaatnya. Tapi dengan catatan, selama libur itu Anda sama sekali tak menyentuh pekerjaan.

Selama itu, lakukan hal-hal yang membuat Anda senang misalnya pergi dengan teman, menonton film favorit, olahraga, tidur, dan dapatkan lebih banyak sinar matahari.

Sehari-hari sudahkah Anda memiliki waktu tidur yang cukup? Bisa jadi tidak, bila Anda menghabiskan 10 jam di kantor dan sekitar empat jam di perjalanan. Belum lagi jika Anda masih membawa pulang pekerjaan plus mengerjakan pekerjaan rumah yang belum beres.

Jadi di long weekend ini, manfaatkan waktu dengan baik agar Anda bisa cukup mendapatkan waktu tidur. Bila mendapatkan tidur yang cukup, Anda akan bangun dalam keadaan segar .

Dalam paper yang dipublikasikan tahun 2009 di jurnal Sleep, peneliti mengatakan jam kerja yang panjang akan membuat waktu bersantai makin sedikit. Nah, mereka yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu umumnya lebih memiliki masalah dengan tidur dibandingkan orang-orang yang bekerja 40 jam seminggu.

"Relaksasi telah diakui sebagai prasayarat penting dalam mencegah insomnia," tulis peneliti di jurnal.

Peneliti menambahkan mereka yang bekerja dengan jam kerja panjang butuh waktu yang lebih lama untuk mengembalikan energinya dibanding pekerja dengan jam kerja normal.

Jika Anda bekerja tanpa mengenal jam dan hari, misalnya di akhir pekan pun masih harus terus bekerja, membuat energi Anda sangat terkuras. Bisa jadi ini membuat Anda jadi mudah marah, tidak konsentrasi dan mudah lelah.

Orang yang terlalu lelah, kurang tidur, dan energinya terkuras lebih cenderung salah membaca emosi orang lain. Ketika sudah terlalu lelah, bawaannya negatif terus. Hal inilah yang kadang bikin seseorang salah tafsir dari ucapan atau ekspresi orang lainnya.

Untuk itu nasihat ini tepat sekali: jika lelah istirahatlah, namun jika malas lawanlah.

Long weekend tanpa urusan pekerjaan bisa menjadi jeda yang signifikan. Melepas penat yang selama ini membebat, melepas jenuh jika pekerjaan yang dilakukan dirasa itu-itu saja, juga melepas tekanan kerja.

Tiga hari libur menjadikan waktu bekerja lebih pendek, dan ternyata hal itu bisa membuat seseorang jadi lebih produktif. Ini berdasar eksperimen di perusahaan konsultan di Boston. Jadi karyawan diberikan satu hari libur di tengah pekan, di mana mereka benar-benar tidak memikirkan pekerjaan. Setelah hal ini dilakukan selama lima bulan, para klien melaporkan adanya peningkatan pelayanan.

Meski long weekend tidak sering-sering terjadi, bagi Anda yang mendapatkannya manfaatkanlah sebaik-baiknya. Agar Selasa pagi mendatang bisa bangun pagi dengan keadaan super fresh, lebih bersemangat dan produktif dalam bekerja.

Selamat berakhir pekan panjang!

(vit/rdn)

Berita Terkait