Manfaat Sehat yang Bisa Didapat Oleh si Penggemar Telur

Manfaat Sehat yang Bisa Didapat Oleh si Penggemar Telur

Nurvita Indarini - detikHealth
Minggu, 11 Des 2016 14:08 WIB
Manfaat Sehat yang Bisa Didapat Oleh si Penggemar Telur
Foto: Detikfood
Jakarta - Anda gemar makan telur? Jika diasup dengan jumlah tepat, ada sejumlah manfaat yang bisa didapat. lho.

Sebutir telur besar mengandung sekitar 80 kalori, 5 gram lemak,d an 6 gram protein. Umumnya, konsumsi dua telur per hari tidak masalah. Tapi Keri Gans, RD, penulis 'The Small Change Diet' memberi peringatan, di mana seseorang perlu melihat keseluruhan jumlah makanan yang diasup guna mengetahui dari mana saja mendapat sumber lemak jenuh

Dikutip detikHealth dari berbagai sumber, berikut ini aneka manfaat yang bisa didapat dari konsumsi telur:

1. Tingkatkan Kadar Lemak Baik

Foto: Detikfood
Ahli gizi Jansen Ongko, MSc, RD beberapa waktu lalu mengatakan kuning telur dapat meningkatkan kadar lemak baik atau HDL (High Density Lipoprotein). Nah, jika kadar HDL meningkat, maka kadar LDL atau kolesterol jahat menurun.

Ditambahkan Jansen, kuning telur tidak akan membuat seseorang gemuk jika tidak mengonsumsi kalori dari protein, karbohidrat, atau lemak yang berlebihan.

2. Turunkan Risiko Stroke

Foto: Detikfood
Peneliti dari dari EpidStat Institute, Amerika Serikat, memaparkan telur memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk antioksidan, yang dikenal dapat membantu mengatasi stres oksidasi dan peradangan. Telur juga mengandung beberapa jenis vitamin seperti vitamin E, D, dan A.

Nah, vitamin E diketahui memiliki fungsi membantu mengurangi risiko serangan jantung, terutama pada mereka yang memiliki penyakit jantung. Sementara itu, lutein dapat membantu melindungi tubuh dari penyumbatan arteri. Asupan ini pun dianggap bisa menurunkan risiko stroke.

"Studi sistematis dan meta-analisis ini menggarisbawahi penelitian sebelumnya, di mana konsumsi telur berkaitan dengan penurunan risiko stroke," imbuh Dr Tia Rains, dari Egg Nutrition Centre.

3. Jadi Rahasia Panjang Umur Wanita Ini

Foto: BBC
Emma Morano asal Italia belum lama merayakan ulang tahun ke-117. Emma mengakui rahasia panjang umurnya sebagian besar berkat genetik. Namun selain itu, 90 tahun terakhir dirinya rutin mengonsumsi dua telur mentah setiap hari.

Sebenarnya secara medis masih minim bukti bahwa mengonsumsi telur mentah dapat memperpanjang umur. Malahan bukan manfaat yang diketahui bisa didapat melainkan risiko untuk terjadinya infeksi bakteri Salmonella.

4. Bantu Turunkan Berat Badan

Foto: Thinkstock
Studi yang dipublikasikan dalam American Society for Nutrition's Experimental Biology beberapa waktu lalu menuturkan sarapan dengan menu tinggi protein, termasuk telur, dapat membuat merasa lebih kenyang lebih lama. Alhasil nafsu makan di siang hari pun akan menjadi lebih terkontrol.

Ada baiknya juga menambahkan sedikit sayuran pada menu sarapan telur. Menurut peneliti Jung Eun Kim dari Purdue University, Amerika Serikat, telur utuh dan salad jika dikonsumsi bersama dapat membantu meningkatkan jumlah vitamin E sayuran yang diserap oleh tubuh.

5. Lawan Penyakit Hati

Foto: iStock
Peneliti German Institute of Human Nutrition (DIfE) mengungkapkan diet tinggi protein, yang antara lain didapat dari telur, membantu mengatasi penyakit hati dan menghancurkan lemak hati hingga 48 persen dalam enam pekan. Salah satu peneliti menuturkan pada 50 persen peserta studi, kandungan lemak hati menurun secara signifikan, setlah mengasup diet tinggi protein.

Namun sebenarnya sumber protein yang digunakan dalam studi ini, tak hanya hewani, namun juga nabati. Sumber utama untuk kelompok protein nabati adalah mi, roti serta kacang-kacangan. Sementara protein hewani bisa didapat dari telur, produk susu tanpa lemak serta daging putih dan ikan.
Halaman 2 dari 6
Ahli gizi Jansen Ongko, MSc, RD beberapa waktu lalu mengatakan kuning telur dapat meningkatkan kadar lemak baik atau HDL (High Density Lipoprotein). Nah, jika kadar HDL meningkat, maka kadar LDL atau kolesterol jahat menurun.

Ditambahkan Jansen, kuning telur tidak akan membuat seseorang gemuk jika tidak mengonsumsi kalori dari protein, karbohidrat, atau lemak yang berlebihan.

Peneliti dari dari EpidStat Institute, Amerika Serikat, memaparkan telur memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk antioksidan, yang dikenal dapat membantu mengatasi stres oksidasi dan peradangan. Telur juga mengandung beberapa jenis vitamin seperti vitamin E, D, dan A.

Nah, vitamin E diketahui memiliki fungsi membantu mengurangi risiko serangan jantung, terutama pada mereka yang memiliki penyakit jantung. Sementara itu, lutein dapat membantu melindungi tubuh dari penyumbatan arteri. Asupan ini pun dianggap bisa menurunkan risiko stroke.

"Studi sistematis dan meta-analisis ini menggarisbawahi penelitian sebelumnya, di mana konsumsi telur berkaitan dengan penurunan risiko stroke," imbuh Dr Tia Rains, dari Egg Nutrition Centre.

Emma Morano asal Italia belum lama merayakan ulang tahun ke-117. Emma mengakui rahasia panjang umurnya sebagian besar berkat genetik. Namun selain itu, 90 tahun terakhir dirinya rutin mengonsumsi dua telur mentah setiap hari.

Sebenarnya secara medis masih minim bukti bahwa mengonsumsi telur mentah dapat memperpanjang umur. Malahan bukan manfaat yang diketahui bisa didapat melainkan risiko untuk terjadinya infeksi bakteri Salmonella.

Studi yang dipublikasikan dalam American Society for Nutrition's Experimental Biology beberapa waktu lalu menuturkan sarapan dengan menu tinggi protein, termasuk telur, dapat membuat merasa lebih kenyang lebih lama. Alhasil nafsu makan di siang hari pun akan menjadi lebih terkontrol.

Ada baiknya juga menambahkan sedikit sayuran pada menu sarapan telur. Menurut peneliti Jung Eun Kim dari Purdue University, Amerika Serikat, telur utuh dan salad jika dikonsumsi bersama dapat membantu meningkatkan jumlah vitamin E sayuran yang diserap oleh tubuh.

Peneliti German Institute of Human Nutrition (DIfE) mengungkapkan diet tinggi protein, yang antara lain didapat dari telur, membantu mengatasi penyakit hati dan menghancurkan lemak hati hingga 48 persen dalam enam pekan. Salah satu peneliti menuturkan pada 50 persen peserta studi, kandungan lemak hati menurun secara signifikan, setlah mengasup diet tinggi protein.

Namun sebenarnya sumber protein yang digunakan dalam studi ini, tak hanya hewani, namun juga nabati. Sumber utama untuk kelompok protein nabati adalah mi, roti serta kacang-kacangan. Sementara protein hewani bisa didapat dari telur, produk susu tanpa lemak serta daging putih dan ikan.

(vit/mrs)

Berita Terkait