Mengisi Long Weekend dengan Parkour? Yuk Simak Tips dari Pak Dokter

Mengisi Long Weekend dengan Parkour? Yuk Simak Tips dari Pak Dokter

Edwin Ramadi - detikHealth
Minggu, 11 Des 2016 16:07 WIB
Mengisi Long Weekend dengan Parkour? Yuk Simak Tips dari Pak Dokter
Foto: ilustrasi parkour/thinkstock
Jakarta - Long weekend bisa menjadi saat tepat untuk memaksimalkan melakukan hal yang disukai. Mungkin di antara Anda ada yang gemar parkour atau ingin menjajalnya? Yuk simak tips dari pak dokter.

Pakar kesehatan olahraga, dr Michael Triangto SpKO, menuturkan parkour merupakan aktivitas fisik yang mengutamakan keterampilan, koordinasi, kelenturan, ketahanan otot dan keseimbangan. Oleh karena itu ia parkour bisa disebut sebagai olahraga.

Namun perlu diingat, setiap olahraga yang melibatkan kinerja fisik dan otot pasti akan mempunyai risiko cedera jika dilakukan tidak dengan persiapan yang kurang baik. Cedera serius yang bisa dialami antara lain cedera di bagian lengan, pinggang, punggung dan kaki. Bahkan risiko patah tulang jika persiapan yang dilakukan tidak maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dr Michael terdapat empat persiapan yang dapat dilakukan sebelum memulai parkour. Berikut ini penjelasannya:

1. Pastikan tubuh dalam kondisi fit dan sehat

Foto: ilustrasi parkour/thinkstock
Tidak hanya sehat, diharuskan juga tubuh dalam kondisi yang fit. Ini penting karena akan berpengaruh pada tingkat konsentrasi pemain. Dalam parkour dibutuhkan konsentrasi dan koordinasi dalam gerakan. Sehingga semakin fit tubuh si pemain, maka tingkat konsentrasinya juga akan tinggi.

Baca juga: Studi: Badminton dan Renang Paling Bermanfaat Cegah Kematian Dini

2. Perhatikan medannya

Foto: ilustrasi parkour/thinkstock
Tidak semua pemain parkour selalu berhasil melalui medan yang dihadapi. Butuh banyak latihan dan percobaan untuk melewati satu ringtangan. "Akan lebih baik sesuaikan kemampuan diri sendiri apakah mampu melewati medan yang akan dihadapi. Setiap pemain akan mempunyai standar kemampuan masing-masing yang berbeda juga," jelas dr Michael dalam perbincangan beberapa waktu lalu.

3. Lengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan

Foto: thinkstock
Penggunaan alat keselamatan seperti pelindung lutut, pelindung lengan, pelindung siku dan juga helm di kepala wajib dilengkapi sebelum memulai parkour. Ya, ini merupakan upaya perlindungan dari risiko cedera berat, jadi jangan dianggap main-main ya.

Baca juga : Lari, Alternatif Cegah Depresi untuk Pria ataupun Wanita


4. Jangan lupakan pemanasan

Foto: Thinkstock
Parkour melibatkan kerja fisik yang terkait dengan fungsi otot secara komprehensif. Oleh karena itu, pemanasan sebelum parkour penting agar jantung memompa darah ke otot-otot yang dibutuhkan dan membuatnya lebih elastis, sehingga mencegah otot tidak mudah robek Selain itu, risiko kram pada anggota tubuh juga dapat dihindari.
Halaman 2 dari 5
Tidak hanya sehat, diharuskan juga tubuh dalam kondisi yang fit. Ini penting karena akan berpengaruh pada tingkat konsentrasi pemain. Dalam parkour dibutuhkan konsentrasi dan koordinasi dalam gerakan. Sehingga semakin fit tubuh si pemain, maka tingkat konsentrasinya juga akan tinggi.

Baca juga: Studi: Badminton dan Renang Paling Bermanfaat Cegah Kematian Dini

Tidak semua pemain parkour selalu berhasil melalui medan yang dihadapi. Butuh banyak latihan dan percobaan untuk melewati satu ringtangan. "Akan lebih baik sesuaikan kemampuan diri sendiri apakah mampu melewati medan yang akan dihadapi. Setiap pemain akan mempunyai standar kemampuan masing-masing yang berbeda juga," jelas dr Michael dalam perbincangan beberapa waktu lalu.

Penggunaan alat keselamatan seperti pelindung lutut, pelindung lengan, pelindung siku dan juga helm di kepala wajib dilengkapi sebelum memulai parkour. Ya, ini merupakan upaya perlindungan dari risiko cedera berat, jadi jangan dianggap main-main ya.

Baca juga : Lari, Alternatif Cegah Depresi untuk Pria ataupun Wanita


Parkour melibatkan kerja fisik yang terkait dengan fungsi otot secara komprehensif. Oleh karena itu, pemanasan sebelum parkour penting agar jantung memompa darah ke otot-otot yang dibutuhkan dan membuatnya lebih elastis, sehingga mencegah otot tidak mudah robek Selain itu, risiko kram pada anggota tubuh juga dapat dihindari.

(vit/vit)

Berita Terkait