Selasa, 13 Des 2016 09:36 WIB

Hewan Peliharaan Bisa Bantu Pasien Gangguan Mental Belajar Hidup Normal

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ilustrasi hewan peliharaan (Foto: Rachman Haryanto) Ilustrasi hewan peliharaan (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Sejumlah studi pernah sepakat bahwa memiliki hewan peliharaan memberikan manfaat positif bagi kesehatan seseorang secara menyeluruh. Tetapi ini juga berlaku bagi mereka yang sudah lama diserang gangguan mental.

Hal ini terungkap dari hasil studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Psychiatry baru-baru ini. Sebagian besar partisipan yang hidup dengan gangguan mental serius mengaku keberadaan hewan peliharaan berperan penting dalam mengelola kondisi mereka.

Bila digambarkan dalam sebuah diagram, maka 60 persen partisipan menempatkan hewan peliharaan mereka di lingkaran paling dalam sebagai support atau pendukung kondisi mereka. Sedangkan 20 persen lainnya menempatkan hewan peliharaan di lingkaran kedua.

Dari hasil wawancara peneliti, Helen Brooks dari University of Manchester, keberadaan hewan peliharaan ini memiliki banyak manfaat. Di antaranya membantu partisipan menghadapi 'gejala dan pengalaman buruk yang mereka alami'.

Di sisi lain, hewan peliharaan juga mendorong mereka untuk beraktivitas kembali. Seperti halnya yang diutarakan seorang partisipan yang mengaku memiliki seekor anjing peliharaan mendorong mereka untuk melakukan rutinitas tertentu, misal memastikan mereka diajak jalan-jalan di pagi hari.

Partisipan lain juga mengatakan, orang dengan gangguan mental cenderung menyendiri dan memutus relasi dengan dunia luar.

"Tetapi mereka seolah-olah memaksa saya untuk tetap berinteraksi dengan dunia," tutur salah satu partisipan.

Begitu pula ketika berinteraksi dengan orang lain. Seperti kita tahu, orang dengan gangguan mental biasanya sulit berhubungan dengan orang lain.

Baca juga: Studi: Punya Hewan Peliharaan Kurangi Risiko Wanita Terserang Stroke

Meski begitu peneliti lain, Janette Young dari University of South Australia menegaskan hubungan antara manusia dengan hewan peliharaan seringkali rumit dan sulit dipahami. Tetapi inilah yang membuat orang dengan gangguan mental merasa nyaman dengan mereka.

"Mereka tidak melihat bekas luka di lenganmu, atau bertanya-tanya darimana Anda berasal atau pertanyaan lain yang Anda tidak nyaman mendengarnya," ujar seorang partisipan.

Dari situ baik Brooks maupun Young berpendapat ada baiknya jika hewan peliharaan dapat dilibatkan di dalam pengelolaan pasien dengan gangguan mental.

Namun riset ini perlu diperdalam untuk memastikan metode terbaik agar kesejahteraan pasien maupun hewan peliharaannya terjaga, mengingat orang dengan gangguan mental biasanya sulit mengurus dirinya sendiri.

"Jadi bagaimana caranya kita bisa mengelola keduanya, dan tidak menimbulkan risiko pada si hewan juga," tutup Young seperti dilaporkan ABC Australia.

Baca juga: Hewan Peliharaan Bisa Diajak Jenguk Pasien di RS Ini (lll/vit)