Selasa, 13 Des 2016 16:03 WIB

Apakah Pengalaman Koma Sama Seperti Tidur Panjang?

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika mendengar bahwa seseorang sedang dalam kondisi koma, hal yang mungkin terbayang di benak adalah orang tersebut tidak sadar diri dan sedang dalam kondisi seperti tidur. Benarkah anggapan ini?

Dari sisi definisi medis koma adalah kondisi ketidaksadaran jangka panjang yang penderitanya tidak dapat terangsang, bahkan dengan stimulus paling menyakitkan sekalipun. Sementara itu tidur melibatkan beberapa tahapan yang harus dilalui dan ketika diberikan stimulus seseorang masih dapat membuat respons.

Meski tidur dan koma sama-sama orangnya masih hidup, tetapi orang yang koma tidak bisa dibangunkan.

Baca juga: Rata-rata Karena Koma, Ini Deretan Ibu yang Lupa Pernah Melahirkan

Seorang mantan pasien yang pernah koma Erin Barker menulis untuk Quora bahwa dari pengalaman menjalaninya juga berbeda. Erin sendiri pernah sengaja dimasukkan ke dalam kondisi koma pada usia 17 tahun selama dua minggu untuk menjalani pengobatan.

"Saya ingat dilarikan ke ruang gawat darurat rumah sakit, menjalani pemeriksaan CAT, dan dimasukkan ke ICU. Selanjutnya apa yang saya ingat dan apa yang sebenarnya terjadi adalah dua hal yang berbeda," kata Erin seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa (13/12/2016).

Erin mengingat ia terbangun di rumah sakit dekat pantai dan ingin sekali ke toilet. Dirinya tak bisa mengeluarkan suara sehingga ia berkomunikasi dengan kertas dan pulpen.

"Lalu kemudian tiba-tiba alarm berbunyi dan saya dilarikan ke ambulans. Saya menunggu di ambulans dan melihat ibu saya dari arah dermaga dikejar ombak raksasa. Saya teriak, menangis, dan kemudian pingsan," ungkap Erin.

"Saya terbangun di rumah sakit lain, saya melihat berita bahwa ombak tersebut menghanyutkan rumah sakit sebelumnya. Nama ibu saya masuk ke dalam daftar orang-orang yang hilang. Saya menangis. Anggota keluarga yang lain berlari masuk ke dalam ruangan," lanjut Erin.

Pengalaman terbangun di rumah sakit yang berbeda tersebut dialami Erin beberapa kali. Namun pada kenyataannya ia tak pernah berpindah-pindah tempat.

Selama dua minggu tim dokter berjuang menyelamatkan nyawa Erin dan keluarga berdatangan untuk menjenguknya. Tidak ada kejadian berarti seperti bencana tsunami.

"Jadi jawabannya tidak. Terbangun dari koma tidak sama seperti terbangun dari tidur yang nyenyak. Pikiran dan mimpi yang terjadi di pikiran Anda saat koma terasa sangat sangat nyata, Anda akan berpikir bahwa itu benar-benar terjadi," pungkas Erin.

Baca juga: Orang yang Dibius Sebenarnya Tidak Tidur Tapi Mirip Koma (fds/vit)