4 Hal yang Membuat Seseorang Banyak Menangis

4 Hal yang Membuat Seseorang Banyak Menangis

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 14 Des 2016 11:32 WIB
4 Hal yang Membuat Seseorang Banyak Menangis
Foto: thinkstock
Jakarta - Meneteskan air mata saat terharu atau sedih merupakan mekanisme alamiah yang bisa dialami siapa saja. Namun ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang menangis lebih sering dibandingkan yang lain.

Seperti telah dibahas dalam artikel sebelumnya, air mata ada beberapa jenis. Salah satunya adalah air mata basal, yang diproduksi terus menerus untuk menjaga kelembaban bola mata dan tidak ada hubungannya dengan rasa sedih. Ini termasuk jenis air mata non emosional.

Air mata yang diproduksi ketika ada reaksi emosional dikenal sebagai psychic tears. Jenis air mata ini dilepaskan ketika ada perintah dari hipotalamus dan sistem saraf otonom yang bekerja di luar kontrol kesadaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mengapa Seseorang Menangis Saat Terharu?

Produksi air mata, baik air mata emosional maupun air mata non emosional bervariasi pada setiap orang. Ada beberapa hal yang berpengaruh, antara lain seperti dirangkum detikHealth sebagai berikut.

1. Kelelahan

Foto: Getty Images
Ada kalanya seseorang lebih mudah terharu dibanding biasanya. Sebuah penelitian di University of Pennsylvania membuktikan bahwa seseorang lebih mudah tersentuh perasaannya ketika berada dalam kondisi kurang istirahat. Dalam penelitian tersebut, tidur kurang dari 4,5 jam dalam sehari dikaitkan dengan mood yang jelek mulai dari mudah tersinggung hingga selalu sedih.

2. Iritasi

Foto: thinkstock
Jenis air mata non emosional yang paling sering dijumpai adalah reflex tears. Ini adalah jenis air mata yang mengucur deras saat mengupas bawang karena mata terpapar uap senyawa sulfur. Fungsi air mata jenis ini adalah membasuh bola mata supaya tidak mengalami iritasi, termasuk ketika ada partikel debu menempel di permukaannya.

3. Jenis kelamin

Foto: thinkstock
Sebuah laporan di The WallStreet Journal menyebut bahwa perempuan 'menangis' lebih banyak dibandingkan laki-laki. Kelenjar air mata pada laki-laki cenderung lebih besar, sehingga mampu menampung lebih banyak cairan. Akibatnya, air mata pada perempuan lebih mudah tumpah membasahi pipi dibandingkan pada laki-laki.

Di samping itu, Mayo Clinic menyebut 20-40 persen perempuan mengalami pre menstrual syndrome (PMS) yang salah satunya ditandai dengan gejala mudah menangis. Laki-laki tidak mengalaminya.

4. Stres dan depresi

Foto: thinkstock
Pada level ekstrem, depresi dikaitkan dengan emotional numbing alias mati rasa. Menangis, pada kondisi tersebut justru lebih jarang dijumpai. Namun secara umum, sering menangis termasuk salah satu gejala depresi, yakni gangguan psikologis yang dialami sekitar 9 persen penduduk Amerika Serikat.
Halaman 2 dari 5
Ada kalanya seseorang lebih mudah terharu dibanding biasanya. Sebuah penelitian di University of Pennsylvania membuktikan bahwa seseorang lebih mudah tersentuh perasaannya ketika berada dalam kondisi kurang istirahat. Dalam penelitian tersebut, tidur kurang dari 4,5 jam dalam sehari dikaitkan dengan mood yang jelek mulai dari mudah tersinggung hingga selalu sedih.

Jenis air mata non emosional yang paling sering dijumpai adalah reflex tears. Ini adalah jenis air mata yang mengucur deras saat mengupas bawang karena mata terpapar uap senyawa sulfur. Fungsi air mata jenis ini adalah membasuh bola mata supaya tidak mengalami iritasi, termasuk ketika ada partikel debu menempel di permukaannya.

Sebuah laporan di The WallStreet Journal menyebut bahwa perempuan 'menangis' lebih banyak dibandingkan laki-laki. Kelenjar air mata pada laki-laki cenderung lebih besar, sehingga mampu menampung lebih banyak cairan. Akibatnya, air mata pada perempuan lebih mudah tumpah membasahi pipi dibandingkan pada laki-laki.

Di samping itu, Mayo Clinic menyebut 20-40 persen perempuan mengalami pre menstrual syndrome (PMS) yang salah satunya ditandai dengan gejala mudah menangis. Laki-laki tidak mengalaminya.

Pada level ekstrem, depresi dikaitkan dengan emotional numbing alias mati rasa. Menangis, pada kondisi tersebut justru lebih jarang dijumpai. Namun secara umum, sering menangis termasuk salah satu gejala depresi, yakni gangguan psikologis yang dialami sekitar 9 persen penduduk Amerika Serikat.

(up/ajg)

Berita Terkait