5 Penyebab Sering Buang Air Kecil di Tengah Malam

5 Penyebab Sering Buang Air Kecil di Tengah Malam

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 20 Des 2016 20:06 WIB
5 Penyebab Sering Buang Air Kecil di Tengah Malam
Foto: Thinkstock
Jakarta - Terbangun tengah malam untuk buang air kecil merupakan hal yang biasa dialami, terutama bagi orang lanjut usia. Namun jika Anda terbangun hingga 2 atau 3 kali dalam satu malam, tentunya ada yang tidak beres.

Pakar mengatakan terbangun hingga lebih dari dua kali dalam satu malam untuk buang air kecil disebut sebagai nocturia. Nocturia terjadi akibat gangguan hormon vasopressin, hormon yang aktif saat kita tidur dan memperlambat produksi urine.

Lalu kira-kira, apa yang menyebabkan hormon ini terganggu? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 penyebab sering buang air kecil di tengah malam:

1. Terlalu banyak minum

Foto: iStock
Penjelasan sederhana kenapa Anda sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil tentunya karena terlalu banyak minum mendekati waktu tidur. Selain jumlah yang diminum, apa yang Anda minum juga memengaruhi kecenderungan untuk buang air kecil.

Kopi dan alkohol misalnya, merupakan minuman yang bersifat diuretik dan membuat kencing lebih cepat keluar.

2. Infeksi saluran kencing

Foto: ilustrasi/thinkstock
Sering terbangun tengah malam untuk kencing merupakan salah satu gejala utama infeksi saluran kencing. Selain terbangun tengah malam, sakit saat kencing, nyeri perut bawah dan demam merupakan gejala lain infeksi saluran kencing.

Jika hal ini terjadi pada Anda, segera hubungi dokter untuk mendapat pengobatan.

3. Gangguan ginjal dan prostat

Foto: ilustrasi/thinkstock
Gangguan ginjal dapat membuat produksi air seni saat tidur bertambah, mengakibatkan Anda sering terbangun untuk kencing. Gangguan ginjal juga membuat kapasitas tampungan kandung kemih berkurang.

Pria yang mengalami pembesaran prostat biasanya juga mengalami kencing di malam hari akibat kandung kemih yang tertekan oleh prostat.

4. Menopause

Foto: thinkstock
Wanita yang sudah mengalami menopause akan mengalami penurunan produksi hormon estrogen secara drastis. Rendahnya hormon estrogen bisa membuat kerja sistem saluran kencing menjadi lebih sensitif dan mudah terganggu.

Selain itu, wanita yang sudah pernah melahirkan juga memiliki panggul yang lebih lemah, membuatnya sulit untuk menahan kencing lama-lama.

5. Obat-obatan

Foto: thinkstock
Obat-obatan, terutama bagi Anda yang mengidap penyakit jantung dan ginjal, dapat membuat frekuensi kencing meningkat. Untuk itu konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami hal ini setelah mendapat pengobatan.

Baca juga: Urusan Pipis di Malam Hari, Pengaruhnya Bisa Sampai ke Kantor
Halaman 2 dari 6
Penjelasan sederhana kenapa Anda sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil tentunya karena terlalu banyak minum mendekati waktu tidur. Selain jumlah yang diminum, apa yang Anda minum juga memengaruhi kecenderungan untuk buang air kecil.

Kopi dan alkohol misalnya, merupakan minuman yang bersifat diuretik dan membuat kencing lebih cepat keluar.

Sering terbangun tengah malam untuk kencing merupakan salah satu gejala utama infeksi saluran kencing. Selain terbangun tengah malam, sakit saat kencing, nyeri perut bawah dan demam merupakan gejala lain infeksi saluran kencing.

Jika hal ini terjadi pada Anda, segera hubungi dokter untuk mendapat pengobatan.

Gangguan ginjal dapat membuat produksi air seni saat tidur bertambah, mengakibatkan Anda sering terbangun untuk kencing. Gangguan ginjal juga membuat kapasitas tampungan kandung kemih berkurang.

Pria yang mengalami pembesaran prostat biasanya juga mengalami kencing di malam hari akibat kandung kemih yang tertekan oleh prostat.

Wanita yang sudah mengalami menopause akan mengalami penurunan produksi hormon estrogen secara drastis. Rendahnya hormon estrogen bisa membuat kerja sistem saluran kencing menjadi lebih sensitif dan mudah terganggu.

Selain itu, wanita yang sudah pernah melahirkan juga memiliki panggul yang lebih lemah, membuatnya sulit untuk menahan kencing lama-lama.

Obat-obatan, terutama bagi Anda yang mengidap penyakit jantung dan ginjal, dapat membuat frekuensi kencing meningkat. Untuk itu konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami hal ini setelah mendapat pengobatan.

Baca juga: Urusan Pipis di Malam Hari, Pengaruhnya Bisa Sampai ke Kantor

(mrs/up)

Berita Terkait