Namun demikian, terkadang ada kasus kanker yang meski sudah 'dihantam' oleh tiga metode tersebut tetap saja sulit sembuh. Bisa karena sel kankernya yang sudah menyebar luas atau bisa juga karena posisi kanker sulit untuk dijangkau seperti misal di area kepala.
Berkaitan dengan hal tersebut Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) meresmikan pelayanan baru dengan alat tomotherapy. Pada intinya alat tersebut adalah sebuah alat radioterapi mutakhir yang memiliki keakurasian tinggi, jangkauan luas, dan waktu pengerjaan lebih singkat dibandingkan alat radioterapi biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh sederhana dengan alat ini kita bisa menyinari hanya tulang kepala sementara jaringan di dalamnya tidak terkena. Sementara alat radioterapi biasa dalamnya akan terpapar radiasi. Kan di dalam kepala otak, organ yang paling penting dalam hidup manusia," ungkap Prof Soehartati ketika ditemui di RSCM, Jakarta, Rabu (21/12/2016).
Baca juga: Tentang Sarkoma Ewing, Penyakit Si Cantik Loly yang Viral di Instagram
Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr HM Subuh dalam kesempatan yang sama mengatakan untuk saat ini baru RSCM saja yang melayani Tomotherapy. Ke depan mungkin beberapa rumah sakit lagi bisa menyusul bila persiapannya sudah matang.
"Secara bertahap tentunya kita akan meningkatkan dari sisi jumlah layanan ini. Tapi fasilitas yang mumpuni dalam arti punya sumber daya manusia, kemampuan teknologi, dan daya dukung yang lain ada di RSCM," kata dr Subuh.
"Tentunya perlu persiapan matang. RSCM saja yang begitu banyak sumber daya manusianya perlu waktu sekitar delapan tahun untuk mempersiapkan itu," pungkasnya.
Baca juga: Kenali, Terapi yang Bisa Atasi Nyeri Pasien Kanker (fds/up)











































