Jakarta -
Memanfaatkan musim libur untuk berolahraga adalah pilihan yang tepat. Dibandingkan pada waktu-waktu lainnya, olahraga di penghujung tahun menawarkan lebih banyak kelebihan.
Sayangnya, sebagian orang lebih suka memanfaatkannya untuk bermalas-malasan. Setelah penat bergelut dengan pekerjaan dalam setahun belakangan, momen libur panjang di akhir tahun rasanya sayang kalau diisi dengan kegiatan yang melelahkan seperti olahraga.
Akibatnya, banyak yang mengalami peningkatan berat badan ketika musim liburan berakhir. Bahkan jika memiliki riwayat penyakit kronis, tidak jarang kekambuhan terjadi pada musim libur panjang karena pola makan yang tidak sehat dan kurang bergerak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apa untungnya kalau olahraga? Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber dan dari artikel-artikel sebelumnya, berikut ini sebagian di antaranya.
1. Gym lagi sepi-sepinya
Foto: thinkstock
|
Banyaknya orang yang pergi berlibur adalah keuntungan pertama, sebab pusat-pusat kebugaran cenderung sepi pengunjung. Karena tidak perlu antre untuk menggunakan alat yang disukai, maka olahraga menjadi jauh lebih nyaman karena serasa fasilitas milik pribadi.
Jangan lupa, di penghujung tahun biasanya juga banyak promo-promo menarik. Terkadang personal trainer menawarkan harga khusus pada masa-masa tersebut, atau memberi kesempatan untuk mengajak rekan untuk trial session pada masa liburan. Menyenangkan, bukan?
2. Tidak terganggu pekerjaan
Foto: Thinkstock
|
Salah satu alasan kaum urban jarang olahraga adalah terlalu sibuk dengan pekerjaan. Musim libur panjang menjadi kesempatan berharga, karena tidak harus terganggu oleh deadline yang biasanya tidak pernah bisa dikompromikan. Kalaupun masih ada tugas yang harus dikerjakan, selalu ada kelonggaran yang didapat antara lain dari lalu lintas yang lebih lancar di musim libur panjang.
3. Kesempatan menggenapi resolusi
Foto: thinkstock
|
Masih ingatkah resolusi yang pernah dicanangkan di awal tahun, misalnya terkait berat badan? Musim liburan kali ini adalah kesempatan untuk mengevaluasi, dan mengejar ketertinggalan jika memang ada yang belum terpenuhi. Ini bisa menjadi motivasi tersendiri untuk meningkatkan performa berolahraga.
4. Jangan salah, olahraga juga bisa meredakan stres
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Sebagian orang menganggap bahwa stres hanya bisa diredakan dengan bersantai-santai, misalnya duduk malas di depan televisi. Walau cara itu juga cukup efektif, ada cara lain yang lebih manjur sekaligus menyehatkan yakni dengan olahraga. Sebuah penelitian di Journal of Affective Disorder membuktikan bahwa olahraga bisa memicu pelepasan oksitosin yang dikenal juga sebagai 'hormon bahagia'.
Baca juga: Bukan Cuma Kurang Piknik, Kurang Olahraga Juga Bisa Bikin Stres
Banyaknya orang yang pergi berlibur adalah keuntungan pertama, sebab pusat-pusat kebugaran cenderung sepi pengunjung. Karena tidak perlu antre untuk menggunakan alat yang disukai, maka olahraga menjadi jauh lebih nyaman karena serasa fasilitas milik pribadi.
Jangan lupa, di penghujung tahun biasanya juga banyak promo-promo menarik. Terkadang personal trainer menawarkan harga khusus pada masa-masa tersebut, atau memberi kesempatan untuk mengajak rekan untuk trial session pada masa liburan. Menyenangkan, bukan?
Salah satu alasan kaum urban jarang olahraga adalah terlalu sibuk dengan pekerjaan. Musim libur panjang menjadi kesempatan berharga, karena tidak harus terganggu oleh deadline yang biasanya tidak pernah bisa dikompromikan. Kalaupun masih ada tugas yang harus dikerjakan, selalu ada kelonggaran yang didapat antara lain dari lalu lintas yang lebih lancar di musim libur panjang.
Masih ingatkah resolusi yang pernah dicanangkan di awal tahun, misalnya terkait berat badan? Musim liburan kali ini adalah kesempatan untuk mengevaluasi, dan mengejar ketertinggalan jika memang ada yang belum terpenuhi. Ini bisa menjadi motivasi tersendiri untuk meningkatkan performa berolahraga.
Sebagian orang menganggap bahwa stres hanya bisa diredakan dengan bersantai-santai, misalnya duduk malas di depan televisi. Walau cara itu juga cukup efektif, ada cara lain yang lebih manjur sekaligus menyehatkan yakni dengan olahraga. Sebuah penelitian di Journal of Affective Disorder membuktikan bahwa olahraga bisa memicu pelepasan oksitosin yang dikenal juga sebagai 'hormon bahagia'.
Baca juga: Bukan Cuma Kurang Piknik, Kurang Olahraga Juga Bisa Bikin Stres
(up/vit)