Kejadian tersebut terjadi di Prancis dan hingga kini pihak berwenang masih melakukan investigasi. Sementara itu produk vitamin D yang terlibat penjualannya ditahan.
Baca juga: Risiko Autisme Anak Terkait Kurangnya Asupan Vitamin D Ibu Saat Hamil
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini adalah yang pertama sejak produk mulai dipasarkan di tahun 1990. Pada tahun 2006 sebetulnya Badan keamanan obat Prancis (ANSM) telah memperingatkan bahwa ada risiko bahaya dan direspons oleh produsen dengan mengubah bentuk pipet agar dosis cairan suplemen yang masuk ke mulut bayi bisa lebih perlahan.
"Ini lebih ke arah bagaimana produk itu diberikan yang berisiko," kata Menteri Kesehatan Prancis Marisol Touraine seperti dikutip dari BBC, Kamis (5/1/2017).
Di beberapa negara Eropa pemberian suplemen vitamin D memang dianjurkan pada anak-anak karena kondisi di sana yang paparan mataharinya bisa minim. Kekurangan vitamin D pada anak akan sangat berdampak untuk kesehatan tulang karena kalsium jadi tidak bisa diserap dengan baik.
Baca juga: Kebiasaan Seperti Ini Bikin Anak Berisiko Tumbuh Pendek (fds/vit)










































