Jumat, 06 Jan 2017 18:32 WIB

Obat Tertukar Cairan Rokok Elektrik, Bocah Ini Keracunan Nikotin

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi liquid rokok elektrik (Foto: Rengga Sancaya/detikcom) ilustrasi liquid rokok elektrik (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Seorang bocah perempuan 6 tahun dari Oregon, Amerika Serikat, dilaporkan alami keracunan nikotin parah setelah tak sengaja menelan cairan rokok elektrik. Kejadian tersebut dipicu oleh kekeliruan orang tua yang mengira botol cairan rokok sebagai botol obat.

Dalam laporan di Annals of Emergency Medicine sang anak tersebut awalnya diketahui sedang terkilir dan mendapat obat penghilang rasa sakit yang berbentuk cairan. Nah ketika botol obat sudah habis, sang ibu menggunakannya sebagai wadah cairan rokok elektrik.

Beberapa waktu kemudian sang ayah yang tidak tahu apa-apa lalu memberikan anak 10 mililiter dosis cairan tersebut. Seketika anak mengeluh merasakan sensasi terbakar di mulut dan tenggorokkannya.

Baca juga: Isi Rokok Elektrik Tertukar dengan Obat Mata, Seorang Wanita Alami Cedera

Sang ayah menyadari bahwa yang diberikannya adalah cairan rokok elektrik langsung menelepon ambulans.

Sebelum paramedis tiba sang anak kehilangan kesadaran lalu mulai kejang-kejang tak terkendali. Setelah tiba di rumah sakit dokter memberikannya arang medis untuk menyerap nikotin yang berlebih dan juga menjaga saluran napas dengan ventilator.

Dokter memprediksi bahwa sang anak telah mengonsumsi sekitar 700 miligram nikotin cair. Sebagai perbandingan beberapa studi menghitung dosis 500 miligram nikotin saja sudah cukup untuk membunuh orang dewasa.

dr Matthew Noble dari Oregon Health and Science University yang menangani kasus mengatakan beruntung nyawa anak masih bisa diselamatkan. Kedepan dengan semakin maraknya rokok elektrik ada kekhawatiran kasus serupa akan menjadi lebih umum.

"Nikotin cair itu memiliki konsentrasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu dia barang berbahaya di dalam rumah terutama dengan anak-anak," ujar dr Matthew dikutip dalam keterangan EurekAlert, Jumat (6/1/2017).

Baca juga: Amankah Kandungan Cairan di Rokok Elektrik? Ini Kata Kemenkes dan BPOM


(fds/vit)
News Feed