Senin, 09 Jan 2017 08:36 WIB

Demam Berhari-hari Disertai Rasa Lemas, Gejala Demam Tifoid atau DBD?

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Dok. Istimewa Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ini sedang terbaring di rumah sakit. Kang Emil, begitu ia akrab disapa, dirawat karena mengeluhkan demam berhari-hari disertai rasa lemas. Penyakit apa kira-kira yang menyerang Kang Emil?

"Setelah 3 tahunan selalu tidak ada masalah, akhirnya fisik saya tumbeng juga. Ini sudah hari ke-4 naik-turun meriang keringetan tiada henti, tidak bisa ke mana-mana, hanya di rumah," ungkap Emil dalam akun instagramnya, dikutip dari detiknews.

Sang istri, Atalia Praratya, mengatakan saat ini penyakit yang menyerang suaminya masih diobservasi oleh dokter. Berdasarkan gejala yang disebutkan, dugaan awal menyebut Kang Emil mengalami demam tifoid (typhoid) atau demam berdarah.

"Sakitnya belum diketahui apa. Tapi, dari riwayatnya yang demam naik-turun, mungkin tipes atau demam berdarah. Tapi belum pasti juga," kata Atalia.

Secara ringkas demam tifoid atau yang dikenal sebagai tipes di Indonesia, disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Salmonella yang terdapat pada tinja atau kotoran binatang dan menginfeksi manusia melalui makanan yang terkontaminasi.

Di sisi lain, demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini rentan menyerang di awal musim hujan dan bisa menyerang siapa saja.

Dalam beberapa kasus, pasien DBD bisa saja mendapat diagnosis demam tifoid, begitu juga sebaliknya. Hal ini terjadi karena secara gejala, dua penyakit ini memiliki kemiripan. Dilihat dari hasil pemeriksaan darah di laboratorium, typus dan DBD sama-sama dicirikan dengan turunnya angka trombosit.

Baca juga: Typus Tak Sama dengan Typhoid, Bedanya Apa Sih?

Normalnya, trombosit dalam tubuh berada dalam rentang 150.000 - 400.000/mm3. Ketika trombosit turun di bawah 150.000/mm3, dokter akan melakukan tes lanjutan dan memerhatikan gejala penyerta untuk menentukan apakah pasien terserang demam tifoid atau DBD.

Dilansir WebMD, pasien demam tifoid biasanya mengalami demam tinggi selama 5 hari. Gejala penyertanya antara lain sakit perut, diare dan mencret. Jika sudah begini, dokter akan menganjurkan untuk melakukan tes darah demam tifoid.

Sementara DBD memiliki gejala demam yang berangsur-angsur tinggi selama beberapa hari. Gejala penyertanya antara lain bintik merah di kulit tangan atau wajah, rasa nyeri di bagian otot dan mual serta muntah.

Dari penjabaran di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa DBD dan demam tifoid merupakan dua penyakit yang berbeda. Dokter bisa menghindari kesalahan diagnosis dengan lebih cermat ketika melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Bisa Dicegah dengan Menjaga Kebersihan, Typus Tidak Butuh Vaksin (mrs/up)
News Feed