Dalam sebuah wawancara dengan media bintang 'Deadpool' ini mengatakan dirinya memiliki masalah kecemasan. Bahkan karena kecemasan yang berlebihan ini, dia sampai seringkali tidak bisa tidur.
Suatu kali Ryan sama sekali tidak bisa terlelap lantaran sibuk menulis aneka lelucon untuk disampaikan pada para penggemarnya. Lelucon sengaja disiapkannya karena tidak ingin para penggemarnya kecewa. Dia tidak ingin meruntuhkan ekspektasi tinggi yang diberikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung Ryan mendapat dukungan untuk menghadapi dan mengatasi kondisinya tersebut. Di sampingnya selalu berdiri sosok setia yang mendukungnya, siapa lagi kalau bukan sang istri: Blake Lively.
Foto: Instagram |
Baca juga: Curhat Penyanyi Zayn Malik: Gangguan Kecemasan Sering Dianggap 'Kelemahan'
Meski tidak merinci bagaimana caranya, namun Ryan mengatakan istrinya yang berusia 29 tahun itulah yang selalu menenangkannya ketika dirinya mengalami kecemasan berlebihan.
Ryan menuturkan dirinya memiliki tiga kakak laki-laki dan mereka dibesarkan oleh ayah yang keras. Tidak hanya pada orang lain, sang ayah pun keras pada dirinya sendiri. Ryan menengarai sejak kecil itulah sebenarnya dirinya sudah memiliki kecemasan berlebihan.
"Saya mencoba menemukan cara untuk mengendalikan orang lain dengan mengendalikan diri sendiri. Saat itu saya tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya saya adalah anak yang selalu gelisah," sambung Ryan.
Dalam wawancara lainnya Ryan mengatakan dirinya merasa memiliki sedikit gangguan saraf, karena sering gemetar. Akhirnya suatu kali dia berkonsultasi ke dokter. Namun dokter bilang hal itu dikarenakan masalah kecemasan.
Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images |
Sedangkan, pada cemas yang normal, pemicunya diketahui dengan jelas. Misalnya jelang ujian atau menghadap atasan karena ada masalah di kantor lantas membuat seseorang merasa cemas, hal itu wajar. Sehingga, setelah pemicu tersebut tidak ada alias masalah bisa terselesaikan, cemas pun tak dialami lagi.
Rony Paz dari Weizmann Institute of Science, Israel, pernah melakukan penelitian untuk melihat apa yang terjadi pada otak seseorang dengan gangguan kecemasan. Penelitian tersebut menemukan mereka yang memiliki gangguan kecemasan tidak bisa membedakan sama sekali mana stimulus bahaya, emosi dan kegiatan sehari-hari. Hal ini menjelaskan mengapa mereka selalu dalam keadaan cemas karena menganggap semua stimulus yang diterima otak sebagai ancaman.
dr Darmiaan Denys, pakar pskiatri dari University of Amsterdam mengatakan penelitian ini membuktikan bahwa gangguan kecemasan merupakan penyakit, bukan persepsi atau sebatas cara berpikir seseorang. Karena itulah pengidap gangguan kecemasan perlu mendapat pengobatan secara medis.
Baca juga: Studi Ungkap Apa yang Terjadi Pada Otak Pengidap Gangguan Kecemasan
(vit/up)












































Foto: Instagram
Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images