Ahli sains dan broadcaster ABC Australia Dr Karl Kruszelnicki mengatakan dorongan seseorang untuk melukai hal-hal yang menggemaskan datang dari perasaan cinta yang tidak rasional. Sebuah sifat yang tampaknya bersumber dari evolusi.
"Terkadang Anda tidak bisa mengekspresikan cinta Anda terhadap hal-hal ini dengan memeluknya, memeluknya, memeluknya, dan terus memeluknya. Anda ingin membawanya ke tingkat yang lebih tinggi dan saat itu lah muncul perasaan ingin sedikit menggigit. Karena Anda mencintainya terlalu besar," kata Dr Karl seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa (10/1/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada studi yang dipublikasi di Psychological Science tahun 2015, psikolog Oriana Aragon dari Yale University melaporkan bahwa keinginan untuk melukai bayi ini tidak benar-benar nyata. Bagi beberapa orang ketika mengalami perasaan emosi yang kuat akan muncul juga keinginan untuk mengekspresikannya dengan hal yang berlawanan.
"Sebagai contoh mungkin Anda menangis karena bahagia, tertawa karena gugup, atau meremas sesuatu yang sangat menggemaskan di mana sebenarnya ingin Anda lindungi," kata Aragon.
Mengapa demikian? Ada teori yang menyebut bahwa reaksi berlawanan itu sebetulnya adalah cara diri kita untuk cepat kembali ke dalam keadaan 'seimbang'. Ketika emosi negatif terlalu tinggi maka dorongan untuk melakukan ekspresi positif akan tinggi begitu juga sebaliknya.
"Karena dengan demikian akan menolong orang-orang bisa dengan lebih cepat mengendalikan emosinya," pungkas Aragon.
Baca juga: Pakar Sebut Musik Favorit Bisa Cerminkan Kepribadian Seseorang (fds/vit)











































