Cairan Hitam di Lambung dan Hubungannya dengan Penganiayaan

Cairan Hitam di Lambung dan Hubungannya dengan Penganiayaan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 12 Jan 2017 13:07 WIB
Cairan Hitam di Lambung dan Hubungannya dengan Penganiayaan
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo
Jakarta - Amirullah Adityas Putra (18), siswa taruna di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tewas dianiaya seniornya. Dari hasil autopsi ditemukan adanya cairan hitam di lambung korban.

"Mungkin ada cairan minuman yang diminum oleh korban. Itu hasil pemeriksaan sementara dari dokter kepolisian, tentunya hasil pemeriksaan ini akan kita gunakan sebagai bahan penyidikan para pelaku," tutur Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin kepada wartawan, Rabu (11/1) malam.

Soal cairan hitam di lambung, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari RS Cipto Mangunkusumo punya teorinya. Cairan hitam di lambung bisa saja merupakan reaksi dari darah yang bertemu dengan asam lambung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Pemukulan Bisa Bikin Organ Dalam Mati Lemas? Begini Penjelasannya

"Ketika organ dalam mengalami trauma karena dipukul misalnya, kan berisiko mengalami perdarahan. Darah yang masuk ke lambung dan bertemu dengan asam lambung memang akan berubah warnanya menjadi hitam," tutur dr Ari kepada detikHealth, Kamis (12/1/2017).

Dijelaskan dr Ari, cairan hitam di lambung memang kerap ditemukan pada jenazah yang meninggal karena perdarahan. Perdarahan bisa terjadi karena apa saja, seperti trauma karena dipukul atau pecahnya pembuluh darah karena tersumbat seperti yang dialami pasien stroke dan serangan jantung.

Korban meninggal karena perdarahan juga biasanya mengalami muntah darah. Darah yang dimuntahkan bisa saja berwarna hitam karena sudah terpapar asam lambung, namun naik ke atas kerongkongan dan keluar lewat mulut karena berbagai hal.

Ketika organ mengalami trauma karena dipukul dan menyebabkan perdarahan, darah yang ada di dalam organ akan keluar. Akibatnya, kadar hemoglobin pun akan berkurang drastis dan mengakibatkan pasokan oksigen untuk organ tersebut rendah.

"Kalau perdarahannya cukup besar, kadar Hbnya bisa cuma 6 gr/dL atau 4 gr/dL, tentu saja organ akan kekurangan oksigen dan bisa menyebabkan kematian," ungkapnya lagi.

Ciri utama kematian akibat perdarahan organ dalam adalah muntah darah dan terdapat sisa darah di perut ketika diautopsi. Untuk memastikannya kata dr Ari, memang harus melalui pemeriksaan forensik.

"Tapi untuk memastikan apakah cairan kehitaman di lambung itu ya dokter forensik yang bisa. Bisa saja kan dia meminum sesuatu sebelumnya atau apa kita juga nggak tahu. Untuk lebih jelas memang harus laporan dari forensik," tutupnya.

Baca juga: Dua Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Organ Dalam Mati Lemas (mrs/up)

Berita Terkait