Bukannya sama sekali tidak boleh mengonsumsi minuman bergula, karena gula sebenarnya bermanfaat untuk menambah energi. Namun jika terlalu banyak gula yang masuk ke tubuh, ada berbagai risiko penyakit yang mengintai. Karena itulah minum air putih lebih dianjurkan.
Baca juga: Minum Air Dingin Bahaya Bagi Usus dan Bikin Kanker, Benarkah?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penelitian yang dilakukan Duffey, orang yang bisa minum seporsi minuman manis per hari, kemudian menggantinya dengan air putih, telah menurunkan kalori dari 17 persen menjadi 11 persen.
Sementara itu Nutrisionis Leona Victoria Djajadi menyebutkan bahwa minuman terbaik adalah air putih lalu disusul oleh teh tawar. Apalagi bagi yang sudah lanjut usia sebaiknya mengurangi kandungan gula buatan karena bisa menaikkan trigliserit dan merusak ginjal.
"Minum air putih dingin tidak masalah, yang harus dikurangi adalah kandungan gula buatan yang diasup," kata Victoria kepada detikHealth.
Selain itu studi yang dilakukan di Harvard terhadap 40.000 peserta selama dua dekade menemukan bahwa pria yang minum rata-rata satu kaleng minuman manis per hari memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terkena serangan jantung daripada pria yang jarang mengonsumsi minuman manis.
Konsumsi air putih setelah makan juga bermanfaat bagi kesehatan mulut dan gigi. Disampaikan Prof drg Heriandi Sutadi SpKGA (K), PhD, makanan yang tersisa di gigi setelah makan dapat menjadi asam dan berkembang bersama bakteri. Jika dibiarkan, maka asam yang tersisa dan berkembang bersama bakteri dapat mengakibatkan berbagai masalah pada gigi.
Untuk itu jangan anggap sepele air putih ya, setidaknya minum 2 liter atau 8 gelas standar 250 cc air dalam sehari. Sebab faktanya selain menghilangkan dan mencegah terjadinya dehidrasi. Manfaat air putih secara tidak terduga memiliki peran vital terhadap kelangsungan hidup manusia.
Baca juga: Perbanyak Minum Air Putih Berdampak Signifikan pada Penurunan Bobot?
(hrn/vit)











































