Kamis, 19 Jan 2017 15:08 WIB

Begini Cara Bakteri Antraks Menular ke Manusia

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Wabah antraks yang menyerang 16 orang di Kulon Progo patut menjadi perhatian khusus. Apalagi awal mula munculnya wabah ini tidak terdeteksi.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Bambang Haryatno menjelaskan, warga mulanya memeriksakan diri karena gejala penyakit kulit. Ketika pihaknya mendatangkan tim dokter kulit dari RSUP Dr Sardjito, muncul dugaan awal yaitu akibat gigitan tomcat.

Dalam perkembangannya, 12 pasien berhasil disembuhkan. Namun di awal Januari ini, pihaknya memutuskan untuk mengambil sampel dari 4 pasien yang masih dalam masa pengobatan. Ternyata satu pasien di antaranya positif terkena antraks.

Karena gejalanya sama, Bambang dan timnya kemudian memeriksa 12 pasien yang telah sembuh dan juga muncul indikasi antraks. Untuk memastikannya, Bambang juga melakukan pemeriksaan ke lapangan dan mengamati sisa hewan yang disembelih.

"Kami bersama Dinas Pertanian akhirnya turun ke lapangan. Betul ada hewan sakit disembelih dan dimakan bersama-sama. Setelah diperiksa, sisa hewan yang disembelih tadi hasilnya juga positif antraks," urainya.

Baca juga: Sering Ada Ternak Mati di Kulonprogo, Tak Pernah Diduga Antraks

Perlu dipahami bahwa antraks merupakan salah satu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Dijelaskan dr Ludhang Pradipta Rizki, M.Biotech, SpMK, manusia dapat terinfeksi melalui salah satu dari tiga kemungkinan, yaitu melalui kulit, inhalasi (menghirup spora) atau ingesti (makanan yang telah kemasukan spora).

"95 persen kejadian anthrax yang dijumpai pada manusia merupakan anthrax kulit (cutaneous anthrax)," ungkapnya kepada detikHealth, Kamis (19/1/2017).

Tanda-tandanya adalah lesi di kulit yang tampak melepuh berisi cairan. Di sekitarnya tampak merah akibat peradangan. Pada pemeriksaan, lesi ini umumnya muncul di daerah terbuka seperti wajah, leher, tangan, dan lengan pasien. Pasien juga mengeluh demam subfebris dan sakit kepala.

Ditambahkan staf pengajar Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut, dalam buku panduan antraks dari WHO juga disebutkan antraks kulit disebabkan oleh spora bakteri antraks yang mengalami kontak dengan luka yang sebelumnya ada di tubuh pasien.

"Bisa pula disebabkan dari gigitan serangga yang membawa spora bakteri dari hewan ternak yang terinfeksi antraks," lanjutnya.

Kendati ada wabah, dr Ludhang menegaskan belum pernah dilaporkan ada kasus penularan antraks antarmanusia secara langsung.

"Lingkungan yang tidak bersih, terutama di sekitar kandang ternak, terlebih jika jarak kandang hewan ternak sangat dekat dengan tempat tinggal, ini memungkinkan persebaran antraks," pungkasnya.

Simak juga video tentang Antraks berikut ini:



Baca juga: Kulonprogo dan Serangan Wabah Antraks yang Membingungkan (lll/vit)